Megawati Disarankan Bina Arteria Dahlan Biar Tak Jadi Senjata Makan Tuan

Politik  SENIN, 14 OKTOBER 2019 , 10:40:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Megawati Disarankan Bina Arteria Dahlan Biar Tak Jadi Senjata Makan Tuan

Arteria Dahlan/Net

RMOLBanten. Agar bisa menerima kritik dari siapapun  Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri harus membina anak buahnya Arteria Dahlan.

Demikian disampaikan analis Politik dari Universitas Islam Indonesia, Geradi Yudhistira, Senin (14/10).

Arteria Dahlan terlihat terlalu membanggakan diri sebagai anggota dewan sehingga terlihat tidak menerima kritikan terhadap jabatannya.

Itu terlihat sekali  saat terjadinya perdebatan antra Arteria dengan Prof Emil Salim di salah satu acara televisi swasta beberapa hari lalu yang menjadi viral di media sosial.

"Saya menyesalkan Arteria dalam hal ini kenapa sangt agresif membela atau bangga sekali sebagai anggota dewan, seolah-olah kalau kita mengkritik anggota dewan itu berarti menjelekkan anggota dewan dan dia sangat terlihat membela sekali posisinya dia dan predikat sebagai anggota dewan," ucap Geradi dilansir dari Kantor Berita RMOLID.

Arteria, kata Geradi, selalu kehilangan kebijakan untuk mendengarkan kritik pada setiap acara diskusi apapun.

"Sehingga saya pikir akhirnya dia kehilangan kebijakan untuk mendengar aspirasi dari Pak Emil. Arteria ini saya perhatikan betul, di setiap acara tidak ada intensi dia untuk mendengar. Ini yang saya sesalkan dari anggota dewan kita ya. Semoga bisa mau mendengar gitu," jelasnya.

Geradi berharap partai mau kembali melakukan pembinaan terhadap Arteria karena dianggap telah menjadi duri dalam sekam ditubuh PDIP.

Menurutnya, bila dibiarkan, Arteria bisa dianggap sebagai antitesis dari PDIP yang dilabelkan sebagai partainya wong cilik.

"Jadi harus ada teguran, ada upaya ke arah itu (pembinaan). Kalau sudah ada upaya ke arah itu ya sudah silakan nanti ada sebuah upaya menggali kuburnya sendiri buat PDIP," katanya.

"Iya wajib (dibina) seperti partai lain juga melakukan hal yang sama ketika kadernya ada yang offside seperti Arteria itu yang akhirnya tidak terlalu diberi posisi bicara banyak diruang publik, dibatasi kata-katanya," tutupnya. [dzk]



Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds