Dukung Koperasi, Ini Sejumlah Program Pemprov Banten

Ekbis  SELASA, 15 OKTOBER 2019 , 12:53:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Dukung Koperasi, Ini Sejumlah Program Pemprov Banten

Andika Hazrumy/RUS

RMOLBanten. Pemprov Banten mempunyai program pengembangan kelembagaan dan pengawasan koperasi, peningkatan kualitas usaha dan pemberdayaan koperasi dengan target capaian sebesar 6 persen koperasi yang bankable dan pelatihan SDM Koperasi  

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam sambutannya saat meresmikan pembukaan unit toko bangunan ke-4 dan minimarket ke-3 beserta grosir warung mitra Koperasi Konsumen Benteng Muamalah Indonesia (BMI) di Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Senin (14/10).

"Pemerintah Provinsi Banten senantiasa mendorong sinergi positif antara upaya yang dilakukan oleh Gerakan Koperasi dan Pemerintah Daerah, sehingga Koperasi mampu meningkatkan 5 perannya dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ujar Andika.

Andika meyakini program pemberdayaan UMKM seperti yang dilakukan BMI  jika dilakukan secara berkesinambungan akan berkontribusi terhadap penurunan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Banten.

Andika, mengutip data keadaan ketenagakerjaan BPS Provinsi Banten pada Februari tahun 2019, jumlah angkatan kerja Provinsi Banten pada Februari 2019 berjumlah 6,142 juta orang dengan tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 7,58 persen.

"Karena itu, diharapkan Koperasi Konsumen BMI dapat menjadi pendamping dan pembina yang dapat memberikan solusi atas berbagai permasalahan pada bidang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Banten,” paparnya.

Pengelolaan Koperasi dengan manajemen yang baik, kata Andika, akan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Keberadaan Koperasi juga, lanjutnya, dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Selain itu, Andika meyakini, keberadaan koperasi merupakan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi kegiatan ekonomi pada suatu lingkungan komunitas.

"Untuk itu, Pemerintah Daerah perlu melakukan intervensi pada aspek kemudahan dan fasilitasi permodalan usaha, sistem pembinaan manajemen usaha serta pelatihan SDM koperasi,’ imbuhnya.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UMKM Rully Indrawan yang juga hadir pada acara tersebut mengatakan, kontribusi koperasi terhadap perekonomian makro Indonesia diperkiraan baru sekitar 2 sampai 5 persen.

Dari dua ratus ribu lebih koperasi yang ada di Indonesia, kata dia, hanya 1 atau 2 yang memiliki potensi untuk masuk ke dalam daftar Global 300.

"Pembinaan dan pendampingan UMKM yang memiliki porsi terbesar dalam perekonomian Indonesia harus diarahkan pada penguatan daya tahan dan daya saing,” katanya.

Lebih jauh Rully mengatakan, pengelolaan koperasi dan UMKM berbasis teknologi informasi merupakan suatu keniscayaan.

Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), kata dia, mengungkapkan bahwa pengguna internet di Indonesia telah mencapai 64,8 persen atau sebanyak 171,17 juta jiwa dari total 264,16 juta jiwa penduduk Indonesia.

"Data tersebut menunjukkan peluang yang cukup potensial bagi pelaku Koperasi dan UMKM untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pemasaran barang dan jasa di platform digital,” pungkasnya. [ars]



Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds