Mahasiswi UIN Terlindas Truk Tonase Besar, Pemkot Akan Kaji Perwal

Keamanan  SELASA, 15 OKTOBER 2019 , 18:35:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Mahasiswi UIN Terlindas Truk Tonase Besar, Pemkot Akan Kaji Perwal

AKP Lalu Hedwin Hanggara/LAN

RMOLBanten. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel berencana mengkaji ulang Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pengaturan Waktu Operasi Kendaraan Angkutan Barang di Wilayah Kota Tangsel.

Banyaknya korban tewas akibat truk bertonase besar, menjadi penyebabnya. Terbaru, mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah bernama Niswatun Umma meninggal setelah terlindas truk tanah di Jalan Graha Raya Bintaro, Pondok Aren, Tangsel, Senin (14/10).

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie akan segera meminta kepada Dinas Perhubungan untuk melakukan kajian kembali perwal tersebut.

Saat ini Perwal Nomor 3 Tahun 2012 hanya diberlakukan di Jalan Pahlawan Seribu, Serpong yang menjadi batas Kota Tangsel dan Kabupaten Bogor.

Namun, wilayah lainnya belum masuk di perwal tersebut.

"Nanti kami lihat, kalau diperlukan perluasan pelarangan itu akan kami lakukan. Kami sudah minta Dishub (Dinas Perhubungan) untuk melakukan kajian (terkait perluasan perwal). Bukan di Graha saja, di daerah lain juga," ujar Benyamin, Selasa (15/10).

Sementara, Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Lalu Hedwin Hanggara mengatakan, dari sederet kejadian yang melibatkan truk, maka perlu ada perhatian khusus. Selama ini, pihaknya telah menegakkan perwal tersebut.

"Untuk jalan yang tak diatur pada perwal, perlu adanya tindakan. Seperti, dipasang rambu peringatan. Sesuai kelas jalan yang ada. Misalkan, untuk ruas jalan tipe 3 C itu enggak boleh dilintasi truk," tutur Lalu.

Lanjutnya, rambu peringatan yang menjadi kewenangan Dishub itu, nantinya akan membuat legalitas terhadap kepolisian untuk menindak.

"Apabila terdapat pelanggaran, kita bisa melakukan tilang dan lainnya. Keberedaan truk ini sebagian besar sudah tertib, tetapi ada saja yang mencoba mencuri-curi apabila tidak ada pengawasan dari aparat," jelasnya. [ars]



Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds