Tanggap Bencana, Siswa SMP Di Tangsel Diedukasi Mitigasi

Pendidikan  SELASA, 15 OKTOBER 2019 , 19:02:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Tanggap Bencana, Siswa SMP Di Tangsel Diedukasi Mitigasi

Edukasi darurat bencana/LAN

RMOLBanten. Indonesia dan Jepang merupakan negara yang berada pada sepanjang rekahan cincin api pasifik sehingga banyak mengalami gempa bumi.

Sebagai bentuk antisipasinya, Jepang memiliki program disaster education, program ini dilaksanakan di berbagai instansi negeri dan swasta termasuk di sekolah mulai dari tingkat TK, SD, SMP sampai SMA.

Dengan memiliki kesamaan letak geografisnya, sudah seharusnya Indonesia juga mencontoh Jepang dalam kesiapan menghadapi bencana.

Hal ini yang dilakukan SMP Islam Al Azhar BSD dengan mengadakan 'Mitigasi dan Penanganan Darurat Bencana Gempa' yang bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel.

Berawal dari suasana belajar di ruang kelas yang tenang. Suasana langsung berubah ketika gempa mengguncang, ratusan siswa SMP Al Azhar BSD berlarian panik keluar kelas dengan melindungi kepalanya dengan tangan, buku maupun tas. Bahkan, dua siswa SMP Al Azhar BSD harus terluka dibagian kepala dan tangannya.

Petugas Tanggap Kedaruratan Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Tangsel Asep S, mengatakan, bahwa Indonesia sudah dalam fase darurat komuniti tanggap bencana

"Indonesia sudah darurat, tanggap bencana diabaikan karena secara komuniti enggak siap, salah satu komuniti yakni pelajar. Kalau anak-anak sudah diedukasi cara menyikapi bencana akan bisa mengurangi resiko terluka dan dirumah mereka juga akan menularkan ke keluarga. Karena potensi gempa bumi di Indonesia bukan main main," ujar Asep, Selasa (15/10).

Pihak BPBD Tangsel pun, sangat mengapresiasi yang telah dilakukan SMP Islam Al Azhar BSD dan juga BKOMS.

"Saya harap semua sekolah seperti ini. Karena kita tidak bisa memprediksi kapan terjadinya gempa," lanjutnya.

Ia juga menjelaskan, langkah pertama yang harus dihadapi ketika terjadi gempa, pertama yakni bagaimana bersikap ketika terjadi gempa.

"Contoh aset utama lindungi kepala. Kemudian masuk kolong meja karena sisi keamanan meja cukp menjamin. Terakhir hindari kaca atau jendela dan lari kelapangan terbuka," papar Asep.

Sementara itu, Kepala SMP Islam Al Azhar BSD Moch Mukrim, menjelaskan pentingnya pembelajaran ketika menyikapi bencana gempa.

"Penting mengadakan ini dalam rangka untuk memberikan edukasi kepada anak-anak terkait dengan bencana mengurangi dampak dan resiko. Program ini mudah-mudahan akan berkelanjutan dan ini sangat penting, untuk tanggap terhadap bencana," tutur Mukrim.

Sedangkan, penggagas acara Kasie Pendidikan pada BKOMS SMP Islam Al Azhar BSD, Endang P. Sembering, ingin memberikan pelajaran dan edukasi kepada seluruh siswa.

"Karena sering tejadi gempa, terakhir di Ambon, kita ingin memberikan pelajaran kepada anak-anak, agar anak itu tahu bertindak apa dan berbuat apa agar tidak panik dan paham ketika terjadi gempa," tutupnya. [ars]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds