Pelaku Daur Ulang Materai Dijerat Pasal Menghilangkan Identitas Negara

Hukum  KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 01:53:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Pelaku Daur Ulang Materai Dijerat Pasal Menghilangkan Identitas Negara

Polisi tunjukan barbuk materai palsu/LAN

RMOLBanten. Berawal dari laporan warga, tentang adanya praktik daur ulang materai di wilayah Tangsel tepatnya di Jalan Raya Puspiptek, Muncul, Setu. Baca: Polres Tangsel Bongkar Jaringan Pembuat Materai Daur Ulang

Satreskrim Polres Tangsel, pada Selasa (15/10) berhasil mengamankan empat pelaku yang diduga menjalani praktik terlarang yakni mendaur ulang materai.

Namun, saat dimintai keterangan lebih lanjut. Polres Tangsel akhirnya menetapkan dua tersangka yakni Endun (37) bertugas sebagai mencari materai bekas dan Doni Hadidas (39) sebagai eksekutor mendaur materai tersebut. Mereka diamankan di wilayah Bogor pada saat proses pengembangan

Wakapolres Tangsel, Kompol Didik Putra Kuncoro menjelaskan, tersangka ditetapkan menjadi tersangka lantaran telah memalsukan materai yang hanya boleh dikeluarkan oleh Pemerintah Indonesia.

Kedua pelaku melanggar Pasal 260 ayat 1e KUHP yang berbunyi barang siapa menghilangkan merek, tanda tangan, tanda sahnya pada materai yang dikeluarkan oleh Pemerintah Negara Indonesia dan yang telah dipakai, merek mana guna menjadi tanda bahwa materai itu sudah dipakai dan tidak laku lagi, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan materai itu seolah-olah belum lagi dipakai.

"Selain itu tersangka juga disangkakan dengan Pasal 260 ayat 2e yakni barang siapa sengaja menggunakan, menjual, menawarkan, menyerahkan, menyediakan untuk dijual atau dimasukkan ke Negara Indonesia materai yang mereknua, tanda tangannya, tanda sahnya atau tanda waktunua mempergunakan telah dihilangkan seolah-olah materai itu belum dipakai," terang Didik di Mapolres Tangsel, Rabu (16/10).

Didik menuturkan, akibat perbuatannya, kedua tersangka harus menjalankan hukuman yang dijatuhkan padanya.

"Dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya empat tahun penjara atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500.000," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan Kantor Berita RMOL Banten, Kepolisian Resor (Polres) Tangsel berhasil menangkap jaringan atau komplotan yang mendaur ulang materai yang sudah terpakai menjadi baru di Jalan Raya Puspiptek, Muncu, Setu, Selasa (15/10).

Materai daur ulang tersebut, dijual disalah satu warnet sekaligus tempat foto copy bernama 'Muncul Komputer'.

Pelaku DH mengaku membuat daur ulang materai belajar secara otodidak dan mengikuti langkahnya melalui youtube.

"Pertama dimasukin ke air supaya materainya lepas dari kertas. Abis itu, dikasih cuka sama kaporit di bagian yang kena tanda tangan. Kertasnya dapet di rongsokan kertas," kata DH. [ars]

 

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds