Analis Politik UIN: Kapasitas Erick Tohir Bisa Loncat Dari Kemenpora Ke BUMN

Politik  MINGGU, 20 OKTOBER 2019 , 01:33:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Analis Politik UIN: Kapasitas Erick Tohir Bisa Loncat Dari Kemenpora Ke BUMN

Erick Thohir/Net

RMOLBanten. Pengisian posisi menteri adalah hak personal presiden, dalam hal ini Presiden Joko Widodo. Jika presiden minta seseorang untuk posisi menteri tertentu, tentu dasar pilihannya ada pada presiden.

Begitu kata analis politik dan hukum dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Andi Syafrani  dalam obrolannya dengan Kantor Berita RMOLBanten, Sabtu (19/10) malam.

"Ini hak prerogatif kepala pemerintahan untuk memilihnya. Ya meski bisa jadi dia merasa dirinya belum tentu pas di posisi itu. Tapi kalau presiden memandang punya kapasitas lain, tentu ini adalah pandangan presiden dengan melihat track record yang bersangkutan,” kata Andi.

Tidak jauh-jauh Andi pun mencontohkan Erick Thohir mantan Ketua Tim Kampanye nasional Jokowi-Maruf, secara kapasitas Erick Tohir cocok untuk ditempatkan menjadi Menpora dengan berbagai pertimbangan. Misalnya punya klub internasional di berbagai cabang, dari sepakbola sampai Basket.

Bahkan Andi menyebut klub sekelas Inter Milan bisa diakusisinya. Ini membuktikan Erik Tohir mempunyai jaringan luas.

Namun, informasi belakanagan jika benar Erick bakal diplot sebagai Menteri BUMN, pasti ini juga ada dasarnya juga. Misal dari sisi background wajar saja jika Erick dipilih untuk posisi itu.

"Selain pengusaha kakap yang dianggap sukses membesarkan beberapa bisnis berkelas internasional, ditambah ketua tim sukses pula, tentu ini jadi modal besar Erick,” ujar Andi.

Erick Tohir kata Andi, merupakan ketua tim sukses, setidaknya aspek loyalitas untuk Jokowi sudah teruji. Karena dalam politik dibutuhkan tidak saja sikap profesional semata, tapi aspek loyalitas.

Terutama kata Andi, saat ada konflik kepentingan antar elit.

"Jokowi tentu butuh orang yang sangat bisa dipercaya secara personal dan teruji pula, bukan sekadar profesional yang nanti bisa membelakangi posisinya saat terjadi pertarungan kepentingan politik,” katanya.

Sisi lain, kata Andi, urusan BUMN ini sering kali diduga jadi bancakan. Nah, bisa jadi Jokowi melihat Erick yang bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan problem tersebut.

"Mengingat Erick dipandang tidak butuh lagi urusan uang untuk dirinya sendiri,” ujarnya.

Walau begitu, kata Andi, tetap saja dapat terjadi konflik kepentingan bisnis jika Erick ternyata mengambil peluang dan keuntungan untuk kepentingan korporasinya melalui jabatannya.

Tapi kata Andi, bisnis Erick yang beda jauh jenis usahanya dengan kebanyakan BUMN justru diharapkan bisa mengurangi persoalan konflik kepentingan bisnis ini.

"Meski, tetap saja ruang untuk munculnya konflik kepentingan masih sangat terbuka,” katanya.

Saat ini, lanjut Andi, tak ada yang ideal untuk sosok menteri jika ukurannya harus benar-benar netral. Karena posisi menteri memang posisi politik.

"Yang penting adalah mereka harus orang-orang yang jujur dan bekerja sesuai aturan yang ada untuk kepentingan rakyat. Bukan kepentingan diri sendiri atau korporasinya,” tutup Andi. [dzk]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds