Benarkan Surat Pernyataan Pandji Tirtayasa, Begini Cerita Ahmad Taufik Nuriman

Politik  MINGGU, 20 OKTOBER 2019 , 02:09:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Benarkan Surat Pernyataan Pandji Tirtayasa, Begini Cerita Ahmad Taufik Nuriman

Ahmad Taufik Nuriman/RAG

RMOLBanten. Mantan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman (ATN) membenarkan surat pernyataan yang saat ini beredar dan dibuat oleh Pandji Tirtayasa (wakil bupati) untuk tidak maju di Pilbup Serang periode 2020-2025. Baca: Heboh, Surat Dukungan Wakil Bupati Serang Untuk Eki Baihaki

ATN mengaku surat pernyataan tersebut dibuat di kediamannya di kawasan Ciracas, Serang, Banten dan disaksikan dirinya, Eki Baihaki, Iwan K Hamdan (Alm), Ratu Tatu Chasanah dan Pandji Tirtayasa.

Mantan bupati dua periode ini membeberkan lebih jauh, sebelum ada surat pernyataan tersebut pada saat dirinya hendak maju Pilkada 2010-2015 dari pihak keluarga Chasan Sohib datang menemui dirinya di rumah.

"Ada beberapa orang yang datang salah satunya pak Wawan, yang intinya ingin memasang Ratu Tatu Chasanah sebagai Wakil Bupati menemani saya jadi Bupati untuk kedua kalinya," katanya ATN di kediamannya di Ciracas, Kota Serang, Sabtu (19/10).

Dengan segala macam pertimbangan, kata ATN, usulan tersebut diterima dengan catatan bahwa ke depan andai kata dirinya telah selesai menjadi Bupati meminta kepada Bu Tatu untuk menjadikan Eki Baihaki sebagai wakilnya.

"Kedepan andai Bu Tatu menjadi Bupati saya nitip anak saya Eki Baihaki sebagai wakil bupatinya. Pada saat itu dengan sangat mudah diterima karena sebagai kompensasi," katanya.

Singkat cerita, lanjut ATN pada pada tahun 2015 muncul undang-undang yang tidak memperbolehkan keluarga pertahanan untuk maju mencalonkan kembali kecuali jeda ada satu periode.

"Waktu itu karena waktu sudah mepet Bu Tatu akhirnya mengambil calon wakil yakni Pandji Tirtayasa," ujarnya.

Namun waktu itu, dijelaskan ATN, ada beberapa staf dan pegawai Pemda yang tidak setuju Ratu Tatu Chasanah berpasangan dengan Pandji Tirtayasa maju Pilkada Serang 2015 - 2020.

"Saya bilang urusan Pandji untuk mencalonkan atau tidak itu sudah bukan kewenangan saya, karena saya sudah selesai jadi Bupati. Aduan pegawai itu langsung saya sampaikan dan jelaskan ke Tatu," ujarnya.

"Diterima atau tidak itu urusan ibu Tatu saya hanya meneruskan saja pesan moral dari para pegawai Pemda saat itu. Saat itu Bu tatu berbicara kepada saya berkenan tidak Pak Taufik untuk bertemu dengan Panji Tirtayasa. Saya jawab datang saja ke rumah," ucapnya menambahkan.

Singkat cerita, lanjut ATN pada tanggal 13 Juli 2015 Ratu Tatu  bersama Pandji dan dampingi Alm Iwan K Hamdan (orang dekat ATN). datang ke rumah membawa surat pernyataan.

"Saat itu bawa surat pernyataan dan Pandji minta dukungan bahwa dia siap untuk mencalonkan kan sebagai wakil bupati mendampingi Ibu Tatu pada Pilkada 2015-2020," ujarnya.

Surat tersebut lanjutnya dibuat tanpa sepengetahuan dirinya. Kemudian Pandji mengatakan minta dukungan jadi wakil dan tidak akan mencalonkan lagi pada Pilkada 2020-2025

"Saat itu juga Pandji Tirtayasa bilang akan memberikan dukungan kepada Eki Baihaki untuk dicalonkan menjadi bupati atau wakil bupati 2020 -2025," ujarnya.

Namun waktu itu, masih kata ATN, dirinya memprotes isi surat pernyataan itu karena disitu tercantum bentuk dukungannya bukan hanya sebagai wakil bupati tapi juga sebagai bupati Serang.

"Saya tanyakan pada saat itu kepada Pak Panji bahwa ngedukung Eki Baihaki ini sebagai wakil bupati saja atau dengan pencalonannya sebagai bupati," ujarnya.

Kemudian Ratu Tatu Chasanah ditempat yang sama, lanjut ATN melontarkan pernyataan bahwa yang harusnya menjadi Bupati itu adalah Ratu Tatu Chasanah.

"Nah kalau memang bupatinya Tatu wakilnya Eki saya minta waktu itu surat pernyataan tersebut redaksi untuk mendukung sebagai bupati nya di coret karena kalau tidak dicoret maka pak Panji mendukung juga Eki sebagai bupati," tegasnya.

Akhirnya terjadi kesepakatan bahwa kata Bupati dalam surat pernyataan sebut dicoret. lalu ditandatangani oleh tiga orang yakni Panji Tirtayasa yang membuat pernyataan almarhum Iwan k Hamdan sebagai saksi dan Ratu Tatu Hasanah sebagai saksi.

"Meskipun secara tersurat tidak gamblang bahwa Eki mencalonkan berpasangan dengan Tatu di periode kedua tapi dengan ada tanda tangan dari Bupati Ratu Tatu itu menjadi include tersirat bahwa Eki itu calon paketnya Bu Tatu Kalau tidak ada kaitannya kenapa waktu itu bu Tatu tanda tangan," jelasnya.

Namun lanjut ATN berjalannya waktu tiba-tiba menurut informasi dari informan terpercaya mengatakan bahwa Bu Tatu akan kembali berpasangan dengan Pandji Tirtayasa.

"Saya nggak puas akan jawaban itu.  Saya utus seorang untuk bertemu dengan Bu Atut sebagai penentu dan Bu Atut juga sama jawabannya. Cuma yang beda jawabannya itu adalah Pak Andika Saat ketemu di Pertamina dan pak Andika saat itu bilang, Eki nanti kalau nyalon harus pasangan dengan Tatu saya jawab bisa dibicarakan nanti," tuturnya.

Jika terbukti, Ratu Tatu tetap berpasangan dengan Pandji. ATN menyatakan sikap tegas untuk Pilkada 2020-2025 dirinya akan menjadi penantang petahana Ratu Tatu Chasanah dan Pandji Tritayasa.

"Saya akan all out melawan," tegasnya. [ars]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds