Pemprov Usulkan 361 Ribu Blanko KTP-El Tambahan Ke Kemendagri

Pemprov Banten  SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 02:13:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Pemprov  Usulkan 361 Ribu Blanko KTP-El  Tambahan Ke Kemendagri

Foto: Net

RMOLBanten. Pemprov Banten mengusulkan sebanyak 361.792  blanko KTP elektronik atau KTP-el ke pemerintah pusat. Usulan tersebut untuk memenuhi kebutuhan blanko KTP-el hingga akhir tahun 2019 ini.

Bahkan, usulan pengadaan blanko tersebut ditangani Pemprov Banten atau mandiri.  Pengajuan tersebut disampaikan melalui surat bernomor 470/3439-DP3AKKB/19. Surat pengajuan ditandatangani tanggal 8 Oktober 2019.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB)  Banten Sitti Maani Nina, Minggu (20/10).

"Pak Gubernur sangat respons menyikapi kekurangan blanko KTP-el. Sebagai bukti keseriusan pemprov dalam mengatasi kekurangan blanko KTP-el, Pak Gubernur sudah melayangkan surat kepada Pak Mendagri untuk bisa mengadakan blanko KTP-el secara mandiri,” ujarnya.
 
Dikatakan Nina biasa disapa, Pemprov Banten masih menunggu jawaban Kemendagri, terkait pengadaan blanko KTP-el secara mandiri.

"Belum ada jawaban dari pemerintah pusat. Kami masih menunggu,” katanya.

Usulan pengadaan blanko KTP-el secara mandiri , kata Nina, untuk lebih memudahkan penyediaan blanko untuk jangka panjang, sehubungan dengan banyaknya permintaan dari kabupaten/kota. Seperti diketahui, sejauh ini kabupaten/kota di Banten sering mengalami kekurangan pengadaan blanko KTP-el.

Sementara, untuk memenuhi kebutuhan blanko KTP-el hingga akhir tahun 2019, kata Nina, Pemprov Banten sudah mengusulkan pengadaan blanko sebanyak 361.792 keping. Jumlah tersebut diperkirakan akan memenuhi kebutuhan blanko KTP-el semua kabupaten/kota di Banten.

"Kami mengusulkan blanko KTP-el sesuai kebutuhan kabupaten/kota di Banten,” katanya.
Ditanya soal realisasi usulan blanko KTP-el, Nina mengatakan, sudah dalam proses realisasi. Ia juga berharap, usulan tersebut dapat direalisasikan secara keseluruhan, mengingat banyaknya kebutuhan blanko KTP-el).
"Sedang dalam proses,” pungkasnya. [ars]
 

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds