Jamsosratu Diklaim Signifikan Tekan Angka Kemiskinan

Pemprov Banten  SELASA, 22 OKTOBER 2019 , 19:14:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Jamsosratu Diklaim Signifikan Tekan Angka Kemiskinan

Penyaluran Jamsosratu/RUS

RMOLBanten. Program Jaminan Sosial Rakyat Bersatu (Jamsosratu) yang sudah berjalan sejak 2013 sangat signifikan menekan angka kemiskinan di Provinsi Banten.

Demikian disampaikan Wagub Andika saat menghadiri acara penyaluran bansos Jamsosratu kepada ribuan warga Kabupaten Serang, di Kantor Dinsos Banten, KP3B, Curug, Selasa (22/10).

Hadir dalam acara tersebut Kasubdit Bansos pada Kementerian Sosial (Kemensos) RI Keukeu Komarawati, Kepala Dinsos Banten Nurhana, Plt Sekretaris Dinsos Banten Budi Darma Sumapraja.

"Program Jamsosratu ini sudah berjalan sejak tahun 2013. Dan manfaatnya sudah terasa langsung oleh masyarakat. Saya katakan tadi, bahwa program ini sangat signifikan dalam menekan angka kemiskinan," kata Andikam

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) diketahui bahwa angka kemiskinan pada tahun 2016 berada di angka 5,2 persen.

"Tahun ini bulan Maret di angka 5,2 persen. Berarti ini kan tidak bisa dipungkiri bahwa program Jamsosratu berkontribusi signifikan menekan angka kemiskinan disamping ada program-program yang lain," ujar Andika.

Kasubdit Bansos pada Kementerian Sosial (Kemensos) RI Keukeu Komarawati mengatakan, Kemensos RI mengapresiasi program Jamsosratu yang merupakan replikasi Program Keluarga Harapan (PKH).

"Satu-satunya program yang mereplikasi PKH. Kami Kemensos RI sudah memberikan apresiasi kepada Pemprov Banten sejak 2014. Kami tentu menyambut baik karena target PKH belum bisa menyentuh warga miskin keseluruhan. Dengan hadirnya Jamsosratu ini mengcover yang belum tercover PKH. Ini menjadi sinergitas yang tepat," ujar Keukeu.

Menurutnya, Jamsosratu jelas punya manfaat yang bagus untuk menurunkan angka kemiskinan dan mengubah perilaku KPM. Ia berharap Pemprov Banten bisa mengalokasikan anggaran lebih tinggi lagi untuk Jamsosratu.

"Saya melihat posisi bansos di Pemprov Banten sebesar Rp 105 miliar ini dari Rp 12 sekian triliun APBD. Dari Rp 105 miliar ini Rp 85 miliarnya untuk Jamsosratu. Jadi baru 0,8 persennya. Harapan ke depan bisa itu bisa lebih tinggi," kata dia.

Kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Kepala Dinsos Provinsi Banten Nurhana kembali berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya, seperti biaya anak sekolah dan akses kesehatan.

"Bantuan ini bukan dari Kepala Dinsos, bukan juga dari kepala desa. Ini bantuan dari Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Banten yang konsern terhadap penyelenggaraan kesejahteraan sosial," kata Nurhana.

Diketahui, total bansos Jamsosratu pada tahap I gelombang dua 2019 ini sebesar Rp 4,434 miliar.

Rinciannya, Kabupaten Serang 3.147 RTS senilai Rp 3,147 miliar, Kota Serang 1.036 RTS sebesar Rp 1,036 miliar, dan Kota Cilegon sebanyak 215 RTS sebesar Rp 215 juta. [ars]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds