Proyek Jalan Negeri Di Atas Awan 7,8 M Gagal Kelar Tahun Ini

Pemprov Banten  SELASA, 05 NOVEMBER 2019 , 00:36:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Proyek Jalan Negeri Di Atas Awan 7,8 M Gagal Kelar Tahun Ini

Ilustrasi/Net

RMOLBANTEN. Pekerjaan pengecoran jalan Citorek-Warung Banten sepanjang 8 kilometer dengan nilai Rp 7,8 miliar pada tahun 2019 tidak kelar tahun ini.

Proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan dilanjutkan tahun 2020.
 
Berikutnya proyek dengan nilai Rp 600 juta di Kabupaten Pandeglang dan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bojongmenteng di Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperikim) Banten juga gagal dilaksanakan ditahun 2019 ini, dan akan dilanjutkan di 2020.

Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumi didampingi Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adpem) Banten, Mahdani, mengungkapkan, ada sejumlah proyek yang tidak bisa dilanjutkan dan ada pula yang tidak dapat dituntaskan pada tahun 2019 ini.

"Jadi yang di (Dinas) PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) ini masih di Ruas Jalan Citorek-Warung Banten. Kemudian TPST (Bojongmenteng),” kata Andika kepada wartawan usai menghadiri rapim di Kantor Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Senin (4/11). 

Andika menjelaskan, untuk pembangunan Ruas Jalan Citorek-Warung Banten dengan anggaran Rp 7,8 miliar dalam rencana awal memiliki panjang delapan kolometer dan kini masih tersisa 1,5 kilometer.

Belum optimalnya pembangunan proyek tersebut karena membludaknya kunjungan ke objek wisata Negeri Di Atas Awan.

"Terus juga memang medannya. Jadi walaupun mobil angkutnya tujuh ton hanya bisa empat ton,” katanya.

Sementara untuk TPST Bojongmenteng memiliki alokasi anggaran Rp 10 miliar dan hingga kini belum ada progres. Hal itu terjadi karena masih adanya penolakan terhadap pembangunan fasilitas tersebut.

"Kemarin cuma yang jadi masalah yang kaitan dengan TPA saja, yang lain jalan. Itu enggak bisa karena masyarakatnya masih (menolak),” ungkapnya.

Khusus untuk pembangunan Ruas Jalan Citorek-Warung Banten, kata Andika, akan diupayakan untuk diselesaikan pada tahun ini.

Pihaknya akan mencoba menggunakan metode adendum atau penambahan klausul kontrak dengan pelaksana berupa perpanjangan waktu pengerjaan.

"Pertimbangannya dari OPD, kalau memang selesai dia dikasih waktu sampai dengan 20 Desember. Kalau pelaku usaha sanggup nanti diselesaikan. Kalau prediksi juga enggak selesai ya tidak diberikan. Paling cut, nanti masuk APBD 2020,” jelasnya. 

Senada diungkapkan Mahdani, ada proyek yang dihentikan dan diluncurkan ke 2020 akan berpengaruh pada besaran sisa lebih pengguaan anggaran (silpa) 2019.

Meski demikian, hingga saat ini besaran silpa masih diprediksi di angka Rp 665 miliar.

Silpa yang terpasang masih dibahas, silpa juga kan kesepakatan nanti. Rp 665 miliar, tapi masih pembahasan,” ujarnya.

Sementara Kepala Diseprkim Banten M Yanuar membenarkan program kerja pihaknya di TPST Bojongmenteng belum bisa terlaksana. Diungkapkannya, terdapat satu proyek lagi di OPD-nya yang kemungkinan tak bisa terselesaikan.

"Satu lagi itu pengerjaannya di Pandeglang, nilainya Rp 500 atau Rp 600 juta,” tuturnya. 
 
Terpisah, Sekda Banten Al Muktabar mengaku tak hapal dengan dua proyek yang tidak bisa dilaksanakan pada tahun 2019, meskipun dananya sudah disiapkan.

Akan tetapi, untuk proyek pembangunan jalan Citorek-Warung Gunung, pihaknya sudah memanggil kontraktor yang mengerjakanya.
 
"Kalau yang di Perkim nanti saya cek lagi. Tapi yang jalan di Citorek di kawasan Wisata Negeri Diatas Awan, tadi kontraktornya sudah kami minta ketegasan, harus diselesaikan tahun ini, karena ini masih ada waktu smapai 20 Desember nanti," ungkapnya.
 
Dikatakan Muktabar, pelaksana proyek akan dikenai hukuman jika tak mampu menuntaskan proyeknya tersebut.

"Day per day (hari per hari) kita terus pantau progresnya. Bahkan Bapak Gubernur (Wahidin Halim) terus melakukan pengecekan, kalau tidak mampu selesai tahun ini, Yah akan dilanjutkan tahun 2020, tapi untuk kontraktornya pasti akan kita kenai sanksi," pungkasnya. [dzk]

 

Komentar Pembaca
Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 03:17:00

The ads will close in 10 Seconds