INDONESIA BANKING EXPO 2019

Jokowi Cerita Pencapaian Ekonomi Sampai Bisikan Bos IMF

Ekbis  RABU, 06 NOVEMBER 2019 , 13:21:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Jokowi Cerita Pencapaian Ekonomi Sampai Bisikan Bos IMF

Presiden Joko Widodo/Net

RMOLBANTEN. Pada kuartal III 2019 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,02 persen, itu patut disyukuri. Pasalnya, di banyak negara mengalami resesi ekonomi sebagai imbas dari perlambatan perekonomian global.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo menilai ekonomi Indonesia dalam sambutannya di acara Indonesia Banking Expo 2019 di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (6/11).

"Alhamdulillah sudah diberi angka 5 (persen), lebih dikit, enggak banyak,  lebih dikit. Tapi sudah lebih dari 5 sudah bagus," ujar Presiden.

Presiden membandingkan dengan negara lain yang pertumbuhannya bahkan sudah mencapai angka minus atau negatif.

Di hadapan para pelaku industri keuangan yang hadir, Jokowi menegaskan bahwa capaian ekonomi Indonesia ini patut disyukuri.

"Negara lain ada yang sudah minus, ada yang menuju ke nol, ada yang berkurang ke 1 persen 2 persen. Ada yang anjlok di bawah 1. (Capaian) Ini patut kita syukuri," ucapnya.

Jokowi bercerita dirinya sudah diperingatkan langsung oleh Managing Director IMF, Kristalina Georgieva bahwa harus mengelola sektor moneter dan fiskal lebih hati-hati di tengah ancaman resesi dunia itu.

"Saya kemarin bertemu dengan Managing Director IMF yang baru, Kristalina, dia berikan sebuah warning, Presiden Jokowi hati-hati dalam kelola baik moneter atau fiskal. Hati-hati. Karena kondisinya seperti ini. Dunia pertumbuhannya hampir semuanya turun," kata Jokowim

Indonesia kata Jokoei merupakan negara yang besar, punya pasar yang besar dan potensinya besar.

Saat ini, posisi ekonomi Indonesia masih terus tumbuh dan bertahap menuju negara dengan ekonomi terbesar di dunia.

GDP Indonesia, jelas Jokowi, saat ini berada di angka US$1,1 triliun, dan berada di posisi 16 besar dunia. Purchasing Power Parity atau Keseimbangan Kemampuan Berbelanja sudah di ranking ke-7.

"Artinya kita ini besar, namun belum merasa besar. Banyak yang belum merasa besar," kata dia.

Walau begitu, Jokowi mengingatkan Indonesia tetap harus hati-hati dengan kondisi yang ada sekarang.

"Perang dagang, Brexit, negara-negara lain yang menuju ke resesi atau sudah berada pada posisi resesi," pungkasnya. [obi]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds