Kabupaten Serang Menang Banyak Dapat Bankeu Rp 80 M

Pemprov Banten  KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 , 16:34:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Kabupaten Serang  Menang Banyak Dapat Bankeu Rp 80 M

Ilustrasi/Net

RMOLBANTEN.  Bantuan keuangan (Bankeu) kabupaten/kota untuk tahun 2020 yang telah disepakati antara badan anggaran (Banggar) dan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) sebesar Rp 425 miliar.

Kabupaten Serang tercatat paling banyak menerima Bankeu dengan dengan total Rp 80 miliar.
    
Ketua Fraksi PKB DPRD Banten, Ahmad Fauzi, membenarkan telah terjadi kesepakatan antara kedua belah. Dan rencananya, pada tanggal 19 November akan dilakukan persetujuan Rancangan APBD menjadi APBD.

"Sudah final tadi, dan untuk Bankeu memang ada perubahan dari slot awal yang sebelumnya dianggarkan. Setiap kabupaten/kota ada kenaikan dari Rp 5 sampai Rp 10 miliar," ujar Ahmad di kerjanya usai rapat pleno Rancangan APBD Banten tahun 2020 diruang, Kamis (7/11) .
 
Secara rinci, kata Ahmad Fauzi, dari total Bankeu Rp 425 miliar,  paling banyak Kabupaten Serang Rp 80 miliar, terbanyak berikutnya Lebak Rp 65 miliar, selanjutnya Pandeglang Rp 55 miliar.
 
"Untuk Tangerang Selatan, Kabupaten/Kota Tangerang, Kota Serang dan Cilegon, masing-masing mendapatkan Rp 45 miliar," paparnya.

Senada diungkapkan oleh Sekretaris Fraksi PKB DPRD Banten, Umar Bin Barmawi. Menurut dia, dari delapan kabupaten/kota, yang mendapatkan dana segar paling banyak adalah Kabupaten Serang.
 
"Kabupaten Serang ini kan belum punya pusat pemerintahan kabupaten (Puspemkab), jadi dikasihnya lebih banyak," ungkapnya.
 
Sementara terkait dengan postur anggaran RAPBD 2020 yang sudah disepakati, dan akan segera disetujui bersama antara DPRD dengan Pemprov Banten, lanjut dia, adalah adanya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) yang masih cukup besar yakni diatas 6 persen dari APBD.
 
"Kalau Silpa itu dibawah Rp 500 miliar, saya rasa masih wajar. Tapi ini kan Rp 655 miliar. Jadi perlu dipertanyakan," ungkapnya.
 
Dengan Silpa yang masih cukup tingi tersebut lanjut Umar, menandakan program kerja pemprov tidak berjalan dengan baik.

"Perencanaanya yang buruk. Harusnya kalau programnya benar-benar matang. Tidak ada istilah Silpa diatas 6 persen dari APBD. Ini mengindikasikan banyak program tidak terserap," ujarnya.
 
Meski demikian Umar mengakui, Silpa tahun 2019 yang direncanakan Rp655 miliar cukup baik, jika dibandingkan tahun 2018 lalu.

"Kalau tahun sebelumnya itu kan sampai Rp 900 miliar. Tapi ini justru jangan dijadikan patokan. Harus lebih baik prorgram pelaksanannya kedepanyan," harap Umar. [obi]


Komentar Pembaca
Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 03:17:00

The ads will close in 10 Seconds