Langka Air, Warga GPC Tangerang Ancam Somasi Pengembang

Kabupaten Tangerang  JUM'AT, 08 NOVEMBER 2019 , 18:35:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Langka Air, Warga GPC  Tangerang Ancam Somasi Pengembang

Ilustrasi perumahan/Net

RMOLBANTEN. Warga Perumahan Graha Permata Cikupa (GPC), Kampung Cipari, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang mengancam akan mesomasi pengembang.

Pasalnya, warga dibuat kesal ulah pengembang yang tidak memenuhi janji merealisasikan sumur pantek dan pompa semi jet pump. Akibatnya, air bersih di lokasi perumahan tersebut langka.

Warga mengaku sudah sering mempertanyakan hal tersebut kepada pengembang. Namun hingga kini tidak pernah direalisasikan.

"Kami warga sudah diberikan air yang diambil dari instalasi pengelolaan air (WTP). Tetapi air yang kami terima, selain tidak memenuhi unsur kesehatan juga kami dimintai biaya lagi. Tidak gratis, warga dibebankan lagi. Dikomersilkan lagi sama pengembang,” ungkap salah seorang warga GPC, Yusman Nur, Kamis, (7/11).

Selain itu, warga juga mempertanyakan soal status lahan untuk instalasi WTP. Pasalnya, warga belum mendapat informasi apakah di atas lahan berdirinya WTP itu masuk dalam site plan. Kalau memang masuk site plan, maka nantinya menjadi fasilitas fasos dan fasum untuk warga.

"Ini (lahan untuk WTP,) juga harus jelas diinformasikan ke warga GPC. Yang dikhawatirkan setelah semua unit rumah habis terjual, apakah pengembang bakal mau bertanggungjawab menjadi fasos fasum warga. Sebab, kerap terjadi kalau unit sudah habis mereka pergi,” tegasnya.

Yusman yang mengaku telah membeli dua unit rumah merasa keberatan lantaran pengembang tidak memenuhi janji sesuai yang tertera dalam brosur. Terutama soal ketersediaan air bersih bagi penghuni.

"Warga sepakat melakukan upaya hukum dengan melayangkan somasi. Warga sepakat menunjuk pengacara untuk meminta keadilan dari pengembang. Upaya somasi nantinya ini sengaja diambil karena pengembang tidak mengindahkan permintaan warga," terangnya.

Diketahui, di Perumahan PGC ada 136 unit rumah yang dipasarkan pengembang. Hingga Juli 2019, ada sebanyak 65 KK tinggal di RT 006/RW 002, Desa Ciakar, Kecamatan Panongan. Namun hingga saat ini warga nyaris tidak mendapat fasilitas air bersih. [obi]

Komentar Pembaca
PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

Indonesia Kehilangan Kiai Kharismatik

SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 21:57:45

Jokowi Marah PLN Tidak Becus: Perlu Tindakan Lebih Keras
Antri Salaman Dengan Gubernur

Antri Salaman Dengan Gubernur

SENIN, 10 JUNI 2019 , 20:34:00

JK Sambangi SBY

JK Sambangi SBY

KAMIS, 27 JUNI 2019 , 02:27:00

Razia WNA Di Tangerang

Razia WNA Di Tangerang

KAMIS, 11 JULI 2019 , 21:20:00

The ads will close in 10 Seconds