Diduga Ojol, Dua Murid SDN Di Pamulang Dimintai Ginjal

Keamanan  SENIN, 11 NOVEMBER 2019 , 12:45:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Diduga Ojol, Dua Murid SDN Di Pamulang Dimintai Ginjal

SDN Bambu Apus 02 Pamulang/LAN

RMOLBANTEN. Lingkungan Pamulang, Tangsel digemparkan dengan adanya pengendara yang diduga ojek online (Ojol) menghampiri siswa dan meminta ginjal si anak.

Akibat kejadian itu masyarakat di sekitar tempat kejadian menjadi resah akan kemananan dan keselamatan anaknya.

Orang tua siswa di SD Negeri Bambu Apus 02 menceritakan peristiwa terjadi pada Jum'at (8/11) lalu, menimpa siswa DA (9) saat pulang sekolah.

DA yang ingin menuju rumahnya tak jauh dari tempat ia bersekolah, tiba-tiba dihampiri oleh seorang pengendara yang mengenakan jaket salah satu ojek online, menggunakan masker penutup wajah dan helm tertutup.

DA yang mengira pengendara tersebut, ingin menanyakan alamat justru meminta ginjal DA.

"Aku kira mau nanya alamat, terus tiba-tiba ngomong saya minta ginjalnya. Aku bilang enggak, terus aku lari. Orangnya bawa motor Mio warna biru," ujar DA saat dijumpai Kantor Berita RMOLBanten disekolahnya, Senin (11/11).

Bukan hanya lari, DA juga sempat bersembunyi dibalik tempat sampah untuk menghindari pengendara tersebut.

Sementara itu orang tua DA, Ita (32) menceritakan kondisi sang anak setelah mengalami kejadian tersebut.

"Anak saya masuk rumah langsung gemeteran, nutup pintu kenceng banget. Katanya ada yang minta ginjalnya. Saya juga kaget denger ceritanya, sampai anak saya itu enggak mau ke Masjid buat salat Jum'at," papar Ita.

Ita yang mendengar cerita si anak, langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah.

Dan, ternyata bukan hanya DA saja yang mengalami kejadian serupa.

"Jadi sebelum anak saya dimintai ginjal oleh ojol itu, ada temennya perempuan yang juga diminta ginjalnya. Saya sudah lapor ke pihak sekolah, untuk memperketat lagi pengawasan. Saya takutnya, dihipnotis terus dibawa," ungkapnya.

Ia juga meminta kepada sekolah untuk tidak melepaskan siswanya pulang sebelum dijemput oleh orang tua.

"Saya udah minta ke wali kelas agar tidak melepaskan siswanya sebelum dijemput orang tua, agar tidak ada kejadian seperti ini lagi," ujar Ita. [dzk]




Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 21:18:00

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 17:04:00

The ads will close in 10 Seconds