Siswa Dimintai Ginjal, Kepsek Kumpulkan Wali Murid SDN 02 Pamulang

Keamanan  SENIN, 11 NOVEMBER 2019 , 14:07:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Siswa Dimintai Ginjal, Kepsek Kumpulkan Wali Murid SDN 02 Pamulang

SDN Bambu APUS Pamulang/LAN

RMOLBANTEN. Kepala SDN Bambu Apus 2 akan segera mengumpulkan seluruh wali murid.

Pengumpulan wali murid itu setelah ada laporan orang tua siswa yang khawatir adanya oknum yang diduga berasal dari ojek online (Ojol) meminta ginjal kepada dua siswa SDN Bambu Apus 2, Pamulang, Tangsel pada Jumat (8/11) lalu,

"Ini baru kali ini, saya juga kaget dari guru ada berita kaya gini. Saya belum dapat laporan dari wali murid, belum. Cuma guru aja nge-share di grup. Tapi, nanti sepulang saya kegiatan pembinaan mau manggil wali murid dan muridnya," ujar Kepala SDN Bambu Apus 2, Ube Zubaedah, Senin (11/11).

Ube juga sudah mengimbau kepada guru-guru untuk mengawasi siswanya, apabila sepulang sekolah belum dijemput orang tua agar tidak diizinkan pulang sendiri.

"Pulang sekolah juga dipantau sama guru-guru. Misalkan ada yang belum jemput, ditungguin, kalau misalnya sudah dijemput dianterin sama guru atau penjaga. Walaupun himbauannya masih secara lisan. Belum tertulis, kebetulan kami lagi banyak kegiatan rapat diluar," terangnya.

Atas kejadian adanya dua siswa yang diminta ginjal, Ube segera melaporkan kepada pihak Polisi dalam hal ini Polsek Pamulang melalui Bhabinkamtibmas Bambu Apus.

"Saya minggu kemarin sudah ngundang Binmas ke sekolah, maksudnya memberi nasihat ke anak-anak. Dan, setiap hari Senin anak-anak diimbau juga serta setiap Jumat habis yasinan anak-anaknselalu dinasehatin," tutur Ube.

Sebelumnya diberitakan Kantor Berita RMOL Banten, DA (9) salah satu siswa SDN Bambu Apus 2 yang ingin menuju rumahnya tak jauh dari tempat ia bersekolah, tiba-tiba dihampiri oleh seorang pengendara yang mengenakan jaket salah satu ojek online, menggunakan masker penutup wajah dan helm tertutup.

DA yang mengira pengendara tersebut, ingin menanyakan alamat justru meminta ginjal DA.

"Aku kira mau nanya alamat, terus tiba-tiba ngomong saya minta ginjalnya. Aku bilang enggak, terus aku lari. Orangnya bawa motor Mio warna biru," ujar DA saat dijumpai Kantor Berita RMOL Banten disekolahnya, Senin (11/11).

Bukan hanya lari, DA juga sempat bersembunyi dibalik tempat sampah untuk menghindari pengendara tersebut.

Sementara itu orang tua DA, Ita (32) menceritakan kondisi sang anak setelah mengalami kejadian tersebut.

"Anak saya masuk rumah langsung gemeteran, nutup pintu kenceng banget. Katanya ada yang minta ginjalnya. Saya juga kaget denger ceritanya, sampai anak saya itu enggak mau ke Masjid buat salat Jum'at," papar Ita.

Ita yang mendengar cerita si anak, langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak sekolah. Dan, ternyata bukan hanya DA saja yang mengalami kejadian serupa.

"Jadi sebelum anak saya dimintai ginjal oleh ojol itu, ada temennya perempuan yang juga diminta ginjalnya. Saya sudah lapor ke pihak sekolah, untuk memperketat lagi pengawasan. Saya takutnya, dihipnotis terus dibawa," ungkapnya. [dzk]






Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 21:18:00

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 17:04:00

The ads will close in 10 Seconds