Tawar Saham Rp 1, Bos CT Corp Tertarik Sehatkan Bank Banten

Ekbis  SENIN, 11 NOVEMBER 2019 , 21:08:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Tawar Saham Rp 1, Bos CT Corp Tertarik Sehatkan Bank Banten

Chairul Tanjung/Repro

RMOLBANTEN. Bank Banten yang saat ini dikelola langsung oleh PT Banten Global Development (BGD) mendapat suntikan harapan kembali sehat dan kompetitif.

Hal itu setelah mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Chairul Tanjung menawarkan diri terlibat dalam penyehatan bank kebanggan warga Banten ini.

Chaerul Tanjung atau biasa disapa CT ini adalah pengusaha sukses yang memimpin CT Corp. CT siap mengelontorkan dana hingga triliunan rupiah, dengan syarat hargai saham Bank Banten Rp 1 per lembarnya.
   
Wakil Ketua DPRD Banten, Budi Prajogo, mengungkapkan, dirinya mengikuti rapat membahas mengenai penyehatan Bank Banten.
 
"Kami tadi mendiskusikan terkait perkembangan Bank Banten, ada beberapa opsi yang akan ditempuh dalam penyehatan," ujar Budi ditemui usai melakukan rapat tertutup bersama Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) diruang kerja gubernur pendopo KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (11/11) .
 
Budi menjelaskan, opsi tersebut salah satunya adalah melakukan right issue atau hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

"Opsi, pemegang saham, salah satunya Warna Artha. Info pengurus melakukan rights issue, pemprov diminta menambah penyertaan. Pemegang saham yang besar-besar diminta menambah penyertaan modal, untuk penyehatan," katanya.
 
Namun ketika disinggung adanya tawaran dari mantan menteri Era SBY, Chaerul Tanjung , politisi PKS itu tak membantahnya.

Namun tawaran harga Rp1 per lembarnya saat ini sedang dilakukan kajian, dengan mempertimbangkan mekanisme pasar modal dan otoritas jasa keuangan (OJK).

"OJK, sebagai ororitas punya opsi-opsi. Dari Pak Chairul Tanjung, sedang dikaji, apakah tawaranya itu bisa sesuai peraturan perundangan atau tidak, kalau memang tawarannya tidak sejalan, dengan konsep aturan pasar modal, tentunya tidak berani juga," ungkapnya.

Dikatakan Budi, tawaran dan penjajakan kerjasama dengan pihak luar juga pernah dilakukan oleh pemprov, akan tetapi hal tersebut urung dilakukan.

"BRI dulu disebutkan, tapi mentah," imbuhnya.
  
Gubernur Banten WH, mengaku pihaknya terus mengupayakan penyehatan Bank Banten, sehinga bank yang sebelumnya bernama 'Pundi' tersebut benar-benar dapat menghasilkan dan membawa dampak bagi pembangunan daerah.

"Kita nunggu penyehatannya. Nunggu OJK. Nanti di APBD Perubahan tahun 2020 akan kita siapkan, dan anggarannya akan diskusikan lebih lanjut," ujarnya.

Sementara itu ditempat yang sama, Sekda Banten yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Al Muktabar mengakui, tawaran Chaerul Tanjung sudah diterimanya melalui PT BGD.

Akan tetapi pihaknya belum memutuskan atau menyimpulkan tawaran dari sang mantan menteri tersebut.
 
"Informasi yang disampaikan ya (tawaran Chaerul Tanjung) dengan berbagai informasi dan diskusi, nanti kita lihat dulu, perkembangan finalnya seprti apa," katanya.
 
Namun Al Muktabar enggan merinci apakah pemprov keberatan atau tidak dengan tawaran sang mantan menteri era SBY itu.
  
"Mekanismenya, struktur dari kepemilikan bank dulu, kita tidak punya area, karena mereka komunikasi dengan pihak PT BGD. Kita tidak bisa berpendapat lebih jauh, karena itu agendnya pemilik, BGD," ujarnya.
 
Namun pemprov selaku pemegang saham terbesar akan memberikan pertimbangan jika diminta oleh PT BGD.

"Kalau kita dipandang perlu untuk minta pendapat. Kalau mereka minta, tentu akan Kita sampaikan. Agenda nya itu ada due diligencen (uji tuntas). Kelayakan segala macam tentang agenda dengan skema, alurnya seperti itu. Harga itu wajar atau tidak wajar itu ada di BGD'" tambah Al Muktabar.
 
Disinggung mengenai adanya penyertaan modal Bank Banten yang direncanakan oleh WH dimasukan dalam APBD Perubahan 2020 mendatang, akan dibatalkan seiring tawaran Chaerul Tanjung, pihaknya mengaku rencana suntikan dana ke Bank Banten tetap berjalan.
 
"Bisa saja masih pararael, kan tidak dipersyaratkan penyertaan modal. Itu kan kegiatan bisnis, konsensus. Tapi kalau itu terjadi ( ada investasi dari luar) itu bagus untuk pengawasan dan visibilty, dan mereka juga melakukan itu salah satunya dalam rangka bisnis," ungkapnya.
 
Diketahui, pada pasar modal, saham BEKS merupakan saham yang dikeluarkan oleh PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten Tbk.

Sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Pemprov  Banten. Sejak tahun 2017 lalu hingga saat ini satu lembar saham seharga Rp 50. [dzk]

 

Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 21:18:00

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 17:04:00

The ads will close in 10 Seconds