Ketipu Travel Bodong, Puluhan Jamaah Umroh Gagal Berangkat

Hukum  SELASA, 12 NOVEMBER 2019 , 19:41:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Ketipu Travel Bodong, Puluhan Jamaah Umroh Gagal Berangkat

Gelar perkara travel bodong/AUL

RMOLBANTEN. Gagal memberangkatkan 45 jamaah calon umroh asal Bontang, Kalimantan Timur, wanita berinisial A alias Y harus mendekam dibalik jeruji besi.

Wanita paruh baya tersebut merupakan Komisaris Utama PT Duta Adhikarya Bersama, sebuah agen perjalanan ibadah umroh yang ternyata ilegal.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang AKBP Arie Ardian Rishadi mengatakan, A alias Y menjanjikan 45 jamaah calon umroh untuk segera diberangkatkan.

Sayangnya, saat tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, jamaah umraoh tersebut malah terkatung-katung.

"Awalnya, kita melihat sekelompok masyarakat yang berpakaian layaknya hendak pergi ibadah umroh di Area Terminal 3. Setelah itu petugas tanya, barulah tahu kalau mereka dalam masalah" ujar Arie.

Arie menuturkan, para korban merupakan kelompok sebuah pengajian asal Bontang, Kalimantan Timur. Mereka membayar biaya umroh senilai Rp 21juta setiap orangnya.

"Pelaku memang sudah biasa merekrut jamaah pengajian untuk ibadah umroh, namun melalui travel lain, karena ingin memperoleh keuntungan yang lebih besar, ia membuat agen travel sendiri," jelas Arie.

Sayangnya, pelaku yang juga menyetor uang ke orang lain untuk mengatur segala keperluan di Arab Saudi untuk para jamaah juga merasa tertipu lantaran tidak mendapat kabar maupun kelengkapan dari mitranya.

"Jadi uang seluruh jamaah sudah disetorkan ke orang lain yang hingga saat ini masih dalam penyelidikan," tuturnya.

Sementara, atas kasus ini polisi berhasil menyita puluhan tas dan koper haji. Sementara para korban saat ini telah dipulangkan ke kampung halamannya yakni Bontang, Kalimantan Timur.

"Kita sita beberapa barang bukti seperti tas dan koper, sedangkan untuk uangnya masih kita telusuri, karena ternyata uang tersebut telah disetorkan pelaku pada seseorang yang masih kita lidik. Untuk para jamaah pun kini telah kembali ke Kalimantan," pungkasnya.

Untuk pelaku A nantinya akan dikenakan pasal 112 Jo pasal 115 UU RI No.8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh dengan hukuman enam tahun penjara atau denda Rp  miliar. [dzk]

Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 21:18:00

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 17:04:00

The ads will close in 10 Seconds