Gawat, Banten Masuk Zona Merah HIV/AIDS

Kesehatan  RABU, 13 NOVEMBER 2019 , 01:29:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Gawat, Banten Masuk Zona Merah HIV/AIDS

Ilustrasi/Net

RMOLBANTEN. Provinsi Banten masuk zona merah epidemi penyebaran virus HIV/AIDS. Bahkan Banten menduduki peringkat ke-7 nasional penyebaran HIV dan peringkat ke-9 nasoinal penyebaran AIDS.

Demikian terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) anggota Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banten di Aula Setda Pemprov Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa (12/11).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten, estimasi epidemi HIV AIDS sejak 2016 di Banten sebanyak 16.403 orang. Sedangkan penemuan kasus HIV AIDS di Banten hingga Juli 2019 sebanyak 7.337 temuan, dengan rincian temuan kumulatif untuk HIV sebanyak 5.099 kasus, sedangkan kumulatif untuk AIDS sebenyak 2.238 kasus.

Sementara temuan kasus meninggal akibat HIV AIDS sebanyak 403 kasus.

Untuk epidemi per kabupaten/kota, Kota Tangerang menduduki peringkat teratas dengan toital estimasi sebanyak 4.996 orang dengan HIV AIDS (ODHA).

Kemudian, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebanyak 2.937 ODHA, Kota Cilegon sebanyak 1.948 ODHA, Kabupaten Serang sebanyak 1.533 ODHA, Kabupaten Tangerang sebanyak 1.521 ODHA. Kabupaten Pandeglang sebanyak 1.298, Kota Serang 1.150 dan Kabupaten Lebak sebanyak 1.011.

Kepala Dinkes Banten, Ati Pramudji Hastuti menyampikan, hingga kini pihaknya baru menemukan 7.337 kasus atau 43 persen dari prediksi sebenyak 16.403 kasus HIV AIDS di Banten.

"Masih ada sekitar delapan ribuan klagi yang harus kita temukan. Tahun ini saja ada 800an lebih. Dan yang paling banyak temuannya itu di Kota Tangerang,” katanya saat ditemui usai rakor.

Untuk itu, kata Ati, pihaknya selaku pelaksana teknis di lapangan terus melakukan upaya penjangkauan dan kegiatan pendampingan khususnya dalam pelayanan kesehatan bagi ODHA.

"Mulai penyediaan tes di Puskesmas yang saat ini sudah ada 243 puskesmas yang sudah melayani ODHA. Sebanyak 202 puskesmas juga sudah mempunyai klinik VCT (voluntary consulling dan testing). Selain itu juga Puskesmas sudah menyediakan obat ARV (antiretroviral) yang biasa ditemukan di rumah sakit dan kini bisa ditemukan di puskesmas,” jelasnya.

Pihaknya juga melayani perawatan bagi para ODHA khususnya yang terjangkit penyakit tambahan lainnya.

"Mereka akan dirawat dan itu akan ditangani di rumah sakit. Dan tadi juga sudah saya sampaikan dalam paparan terkait program Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur untuk bagaimana meningkatkan akses pelatyanan  kesehatan seperti yang tertuang dalam RPJMD,” ujarnya. [dzk]

Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 21:18:00

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 17:04:00

The ads will close in 10 Seconds