Ini Nilai Kerugian Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang

Pemprov Banten  KAMIS, 14 NOVEMBER 2019 , 19:49:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Ini Nilai Kerugian Akibat Hujan Deras dan Angin Kencang

Mobil tertimpa pohon/RUS

RMOLBANTEN. Pemprov Banten mengalami kerugian hingga Rp 6,6 miliar akibat hujan deras disertai angin kencang pada Rabu, (13/11) kemarin.
 
Kerusakan kantor-kantor di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Kecamatan Curug, Kota Serang itu, karena fasilitas kantor gendung pendukung rusak diterjang pohon tumbang dan angin kencang.

Pemprov Banten kini sedang mengkaji penggunaan anggaran dari belanja tak terduga (BTT) untuk merenosi dan memperbaiki.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanngulangan Benacan Daerah (BPBD) Banten E Kusmayadi mengungkapkan, pasca kejadian pihaknya langsung melakukan pendataan.

Hasilnya, tercatat nilai kerusakaan yang timbul akibat peristiwa tersebut mencapai Rp 6,6 miliar.

"Nilai kerusakannya itu Rp 6,6 miliar, itu perkiraan besarannya. Nanti juga bisa dihitung ulang secara detail. Bisa bertambah atau bisa berkurang," katanya, Kamis, (14/11).

Ia menjelaskan, kerusakaan akibat cuaca ekstrem terjadi di 26 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal. Kerusakaan terparah terjadi di Kantor BPKAD. Aulanya mengalami rusak berat.

"Instansi vertikalnya ada BPS (Badan Pusat Statistik), kemudian juga Masjid Raya Albantani. Kalau yang diluar kawasan (KP3B, red) ada rumah sakit (RSUD Banten) hingga sempat dilakukan evakuasi dan Samsat Kota Serang," katanya.  

Selain kerugian fisik bangunan dan fasilitas, hingga kemarin pihaknya belum menerima atau tak menemukan adanya korban jiwa atau luka-luka.

"Tidak ada, tapi kendaran ada yang hancur, dua sampai tiga. Kemarin yang saya lihat (kendaraan) pribadi parkir di Dinas Pertanian," ungkapnya.

Terhadap kerusakaan tersebut kini pihaknya sedang fokus melakukan pemulihan. Penanganan sesegera mungkin perlu dilakukan agar pelayanan publik bisa tetap optimal. Untuk pembiayaan, pihaknya masih melakukan pengkajian apakah bisa menggunakan dana TT atau perlu ada alternatif lainnya.

"Masih dilakukan perumusan untuk melakukan upaya penyelesaian kerugian atau terdampak dan Insya Allah dilakukan langkah-langkah untuk penyelesaiananya, rehabilitasi dan rekonstruksi. Dana TT harus dinyatakan status darurat dulu, tapi kita carikan berbagai alternatif untuk pembiayaan pendanaannya," tuturnya.

Disinggung apakah sudah ada menetapkan status siaga bencana, Kusmayadi mengaku pemprov belum menerbitkannya. Sebab, saat ini situasi sudah kembali normal.

Meski demikian, BPBD terus melakukan koordinasi dengan Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait potensi terjadinya cuaca ekstrem.

"Ke depan tentu akan memertimbangkan kalau memang berdasarkan analisis BMKG mungkin adanya potensi yang berdampak baru akan melakukan kesiapsiagaan. Di luar KP3B, paling parah terdampak itu di Kota Serang, tetapi terjadi juga di Kota Tangerang sehari sebelumnya," ujarnya.

Sementara Sekda Banten Al Muktabar mengungkapkan, nilai kerusakan yang mencapai angka miliaran terjadi karena rekonstruksi fasilitas atau gedung terdampak harus dilakukan secara menyeluruh. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan ketimbang hanya melakukan perbaikan kecil.

"Di BKAD itu kita ganti sama atap-atapnya, bukan karena rusaknya tapi agar struktur menyeluruh bisa baik," imbuhnya.

Sama seperti Kusmayadi, untuk pembiayaan pemulihan dirinya juga bersama jajaran sedang menkaji kemungkinan penggunakan BTT. Menurutnya, perbaikan harus cepat karena erat kaitannya dengan pelayanan publik.

"Kita sedang rumuskan formula pembiayaanya, kalau klasifikasinya bencana kita bisa menggunakan belanja tak terduga. Atau coba kita lihat di dinas tersebut, biaya operasional atau apa. Makannya sedang saya review. Kalau rumah sakit karena dia BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) kita lihat kasnya nanti, berapa yang bisa kita segera luncurkan untuk memperbaiki," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfotiksan) Banten Komari memastikan, jaringan internet di KP3B kini sudah kembali normal. Pun demikian dengan jaringan di RSUD Banten yang dipulihkan kemarin.

"Untuk di KP3B sudah tidak ada masalah internet. Untuk perbaikan, tidak bangun lagi tapi pakai menara di (gedung) KNPI Banten. Punya menara BTS (base transceiver station), kita perkuat dengan fiber optic," tegasnya.

Terpisah, Direktur Utama RSUD Banten Danang Hamsah Nugroho menuturkan, akibat hujan lebat dan angin kencang, plafon sejumlah ruang rawat inap di lantai dua mengalami kerusakan.

Menghindari hal tak diinginkan, pihaknya mengevakuasi pasien sebanyak 15 orang ke ruang rawat inap lainnya yang dianggap aman.

"Di evakuasi ke (ruang rawat inap di) lantai tiga dan dua. Untuk sekarang pelayanan sudah normal kembali," pungkasnya. [ars]


 


Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 21:18:00

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 17:04:00

The ads will close in 10 Seconds