Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok, Cek Video Penolakannya

Ekbis  SENIN, 18 NOVEMBER 2019 , 01:14:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Serikat Pekerja Pertamina Tolak Ahok, Cek Video Penolakannya

Basuki Tjahaja Purnama/Net

RMOLBANTEN. Eks Gubernur DKI Jakarta,Basuki Tjahja Purnama alias Ahok yang dikabarkan akan jadi bos Pertamina menjadi perbincangan akhir-akhir ini.

Kelompok serikat pekerja pertamina secara tegas menyatakan penolakan itu dengan beredarnya spanduk-spanduk penolakan.

Sebuah video ajakan” untuk tidak menerima Ahok diduga disampaikan Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Arie Gumilar sudah beredar di media sosial.

Dari video itu yang dikicau ulang Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule di Twitter, Sabtu (17/11), Ari menjelaskan jika Pertamina adalah sebuah perusahaan besar.

Kata Arie, bukan didasarkan pada masalah agama yang disandang Ahok. Melainkan pada perilaku mantan narapidana penistaan agama tersebut.

"Karena kalau sudah masuk ke isu agama, itu sangat sensitif. Tapi ayo kita lihat dari sisi yang logis,” serunya.

Diuraikannya, Pertamina adalah perusahaan yang besar strategis. Tujuannya untuk memberikan pelayanan bagi rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Untuk itu, kondisi perusahaan harus tetap aman, tenteram, dan lancar.

"Bisa dibayangkan kalau sosok yang selalu berperangai kasar, berbicara kotor, selalu membuat kegaduhan, dan keributan masuk ke tubuh Pertamina, maka organisasi pertamina akan selalu ribut setiap hari,” tandasnya.

"Kalau kita ribut didalam bagaimana kita memberikan pertolongan juga kepada rakyat. Pertamina adalah milik rakyat. Ini yang kami jaga, bukan semata-mata karena Ahok ini dilihat dari agamanya. Bukan. Tetapi Ahok juga punya rekam jejak kriminal. Ahok pernah dipenjara 1 tahun delapan bulan. Artinya apa? Residivis sebaiknya tidak menjadi pimpinan di perusahaan strategis,” tegasnya disambut tepukan tangan anggota serikat.

Sebagai pimpinan serikat pekerja, Arie mengatakan bahwa dirinya siap menanggungg resiko perjuangannya menolak Ahok sebagai pimpinan mereka.

"Secara pribadi saya juga mulai diserang oleh buzzer-buzzer. Tetapi ga apa-apa, itu sudah resiko. Resiko dari pemimpin seorang pekerja. Dan barusan saya dapat capture link berita bahwa serikat pekerja saat ini dikategorikan sebagi organisasi radikal,” jelas Arie.

Teriakan itu kemudian yang disambut teriakan lawan lawan dari peserta yang hadir.

"Lawan ya, lawan,” timpal Arie. [dzk]
 


Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 21:18:00

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 17:04:00

The ads will close in 10 Seconds