Budi Rustandi: KUA PPAS Kota Serang Jauh Dari Harapan

Parlemen  SELASA, 19 NOVEMBER 2019 , 01:56:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Budi Rustandi: KUA PPAS Kota Serang Jauh Dari Harapan

Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi/RAG

RMOLBANTEN. Rancangan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2020 Kota Serang masih belum memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (18/21).

"Rancangan KUA PPAS ini belum meng-cover kebutuhan masyarakat khususnya bidang infrastruktur, kesehatan dan pendidikan. Banyak bangunan, jalan rombeng yang belum terakomodir," katanya.

Penyebabnya, kata Budi, akibat ketersediaan anggaran yang terbatas, selain bantuan keuangan dari Provinsi yang jauh dari harapan, serta PAD yang belum mencukupi.

"Tadinya kita berharap banget dengan bantuan keuangan dari Provinsi tapi apa daya bantuan keuangan kita kecil banget di bawah Rp 50 Milyar, kita sangat prihatin banget," ujarnya.

Padahal, kata dia, percepatan pembangunan Kota Serang sebagai pusat jantung ibu kota Provinsi Banten seharusnya bisa terus didorong oleh banyak pihak, tidak hanya oleh Pemkot Serang sendiri, juga oleh Pemprov Banten mengingat Puspemprov Banten sendiri terletak di Kota Serang.

"Makanya kita mengkritisi kucuran anggaran Bankeu dari Pemprov Banten kepada Kota Serang yang dinilai masih jauh dari harapan," ujarnya.

Terkait keterbatasan anggaran yang selalu menghantui pembangungan di Kota Serang dalam penyusunan rancangan RAPBD setiap tahunnya, lanjut Budi, diperlukan solusi baru agar masalah tersebut tidak selalu menjadi penghambat.

Dirinya, mengajak Pemkot melakukan pinjaman ke bank, melalui penguatan modal diharapkan kedepan nantinya bisa menjawab kebutuhan dan persoalan anggaran pembangunan yang selama ini menjadi masalah di Kota Serang.

"Harus ada dana pinjaman ke bank, Perda penguatan modal kepada bank juga harus dikebut, agar nantinya ada CSR dari Bank untuk pembangunan di kota Serang,” terangnya.

Diketahui, dalam dalam RAPBD tahun 2020 sesuai kebijakan umum APBD pendapatan diproyeksikan sebesar Rp 1.075.846.344.141.

Jumlah tersebut, berasal dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 148.290.000.000, dana perimbangan sebesar Rp 753.699.421.000, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp 132.334.760.301.

Sementara, belanja daerah diproyeksikan sebesar Rp 1.127.775.632.170, terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 588.378.004.398 dan belanja langsung sebesar Rp 539.397.627.772. [dzk]




Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 21:18:00

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 17:04:00

The ads will close in 10 Seconds