WH Tetapkan UMK Sesuai PP 78, Harapan Buruh Sirna Sudah

Daerah  SELASA, 19 NOVEMBER 2019 , 02:05:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

WH Tetapkan UMK Sesuai PP 78, Harapan Buruh Sirna Sudah

Ilustrasi/Net

RMOLBANTEN. Harapan buruh di Banten agar Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) memenuhi besaran upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2020 sesuai dengan kondisi masing-masing daerah yakni kenaikannya sebesar 12 persen sirna sudah.
   
Pasalnya, WH akan menetapkan upah sesuai  dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan dan Surat Edaran (SE) Menteri tenaga Kerja (Menaker).

Untuk itu besarannya juga menyesuaikan dengan PP nomor 78 tersebut, yakni;

Kota cilegon Rp 4.246.081,41, Kota Tangerang Rp 4.199.029,91, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Rp 4.168.268,62.

Selanjutnnya, UMK Kabupaten Tangerang sebesar Rp 4.168.268,62, dan Kota Serang sebesar Rp 3.653.002,94.

Kemudian UMK Kabupaten Serang sebesar Rp 4.152.887,54, Kabupaten Pandeglang sebesar Rp 2.758.909,20 dan Kabupaten Lebak sebesar Rp 2.710.654.

"UMK sudah disepakati. Naik sesuai ketentuan, naik 8,51 persen. Dan sudah saya tanda tangan. Untuk besarannya kemungkinan dihitung lagi. Yang jelas kenaikannya sudah disepakati,” kata WH saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (18/11).

Adapun terkait kenaikan UMK menyebabkan puluhan perusahaan melakkan ekspansi ke daerah di luar Banten, WH menilai, jika perusahaan tersebut tidak sanggup membayar upah sesuai aturan.

Dirinya juga meminta kepada buruh untuk bisa memahami kondisi ekonomi yang terjadi saat ini di Banten.

"Sekarang dinaikin, terus bebannya makin berat. Yah perihatin lah. Yang jelas yang kepukul itu industri tekstil, kaus kaki. Buruh juga harus pahami kondisi sekarang,” terangnya.

WH juga berharap, apa yang disepakati antara pemerintah, Aliansi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan buruh terkait UMK 2020 harus disikapi dengan bijak.

"Ini sudah sepakat, Apindo juga sepakat. Kalau misalkan buruh keberatan demo. Tapi kita berharap semuanya damai,” harapnya.

Saat ditanya, apakah wilayah Banten Selatan akan dilirik menjadi kawasan industri, WH menilai, potensi Banten Selatan lebih besar pada sektor pertanian.

WH juga mengaku akan terus mengembangkan wilayah Banten Selatan sebagai wilayah produsen hasil-hasil pertanian.

"Kalau secara tata ruang kan itu wilayahnya pertanian. Dan saya menilai hasil pertanian juga tidak kalah bersaing. Makanya kita kembangnya. Apalagikan kita sudah punya BUMD (Badan Usaha Milik Daerah, red) Agrobisnis, itu sudah terbentuk tinggal seleksi direksi saja,” ujarnya.

Lebih lanjut, pihaknya terus menjalin komunikasi harmonis dengan industri meski di sisi lain ada kenaikan UMK. Salah satu yang menjadi upaya yaitu dipermudahnya perizinan.

"Kita harus saling menguntungkan. Apalagi nilai investasi ke Banten cukup tinggi hampir Rp 67 triliun. Tapi kita lihat juga persoalan tenaga kerja dan konsolidasi pertanahan. Jangan mikir buat aturan macem-macem. Kita yakinkan ke mereka dan menjamin rasa aman,” jelas WH.

"Apalagi Banten kan jadi perhatian, karena letaknya yang dekat dengan bandara. Cuma kalau mereka mau ke sini kita lakukan pelayanan. Apalgi perizinan kita oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sudah dianggap baik,” sambungnya.

Kata WH, saat ini lebih banyak industri yang ingin masuk dibandingkan dengan industri yang keluar Banten.

"Lebih banyak yang masuk. Karena itu saya berharap proses perizinan tidak menghambat. Dan kalau saya prinsipnya pelayanan baik, mana yang belum kita koreksi untuk lebih baik. Tapi memang harus ditingkatkan,” pungkasnya. [dzk]

 

Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 21:18:00

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 17:04:00

The ads will close in 10 Seconds