Lelang Direksi BUMD Sepi Peminat, Ini Kata Pemprov

Pemprov Banten  JUM'AT, 22 NOVEMBER 2019 , 00:00:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Lelang Direksi BUMD Sepi Peminat, Ini Kata Pemprov

Ilustrasi/Repro

RMOLBANTEN. Kurangnya animo masyarakat atau pihak luar tertarik mengikuti lelang Direksi dan Komisaris Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Agribisnis milik Pemprov Banten, lantaran banyaknya syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah batasan usia.

Sekda Banten, Al Muktabar, Kamis (21/11) mengakui, ada standar khusus yang harus dipenuhi untuk menjadi seorang Direksi dan Komisaris BUMD.

"Sepi peminat, karena kita mencari sosok qualified (memenuhi)," katanya.
 
Al Muktabar menyebut, itu guna mendukung dalam roda perusahaan BUMD yang baru saja dibentuk. Apalagi akan ada pengelolaan bisnis dan usaha.

"Nanti saya BUMD Agribisnis dapat menekan inflasi daerah. Dan ini sudah terbukti dibeberapa daerah seperti Jawa Tengah," katanya.
  
Apalagi kata dia, BUMD ini akan menangani ketersdiaan stok pangan, yang sangat mempengaruhi inflasi daerah.

"Kemarin di Kota Tangerang inflasi tinggi karena sewa rumah, dan beberapa waktu lalu ketersediaan jengkol. Untuk jengkol sudah kita galakan penanaman pohonnya. BUMD dikelola dengan baik, mempengaruhi akan laju perekonomian juga meningkat," harapnya.
 
Karena itu, pihaknya berharap ada pendaftar calon Direksi dan Komisaris BUMD Agribisnis yang memiliki kualitas sesuai harapan.

"Pendaftaranya dibuka secara nasional, sampai dengan 25 November," imbuhnya.

Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) membenarkan jika pendaftar lelang untuk jajaran Direksi dan Komisaris BUMD Agrobisnis harus memenuhi syarat.

Sekarang sudah mulai dilelang ulang untuk komisaris dan direktur. Pembentukannya sudah ada tinggal srukturnya. Dan ada beberpa syarat yuang harus dipenuhi, kalau komisaris usianya nggak boleh dari 60 tahun, direksi 55 tahun. Yang jelas harus mengerti, pengalaman, dan menyiapkan proposal,” ujarnya.

Lebih lanjut, WH mengaku, pada 2020 Pemprov Banten sudah menganggarkan penyertaan modal awal untuk BUMD Agrobisnis.

Agrobisnis kan sudah kesepakatan. Soal modal dari analisa itu Rp 300 miliar, tapi untuk modal awal Rp 50 miliar,” katanya.

Saat ditanya apakah BUMD Agrobisnis akan bekerjasama dengan pihak luar, WH mengungkapkan, Pemprov menyerahkan sepenuhnya kepada jajaran direksinya nantinya.  [dzk]


Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

The ads will close in 10 Seconds