Gaji Honorer Di Bawah UMK, WH: Jangan Panas-Panasin

Pemprov Banten  RABU, 27 NOVEMBER 2019 , 01:16:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Gaji Honorer Di Bawah UMK, WH: Jangan Panas-Panasin

Ilustrasi/Net

RMOLBANTEN. Forum Pegawai Non PNS Banten (FPNPB) masih berharap Pemprov mengabulkan permintaan mereka, gaji honorer non kategori setara dengan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Hal itu disampaikan Wakil Ketua FPNPB Pemprov Banten, Asep Bima, Selasa (26/11).

Asep menilai, gaji pegawai honorer non kategori masih kalah dibandingkan upah buruh di Banten.

Pihaknya juga meminta Pemprov Banten untuk tidak tebang pilih dalam merumuskan gaji honorer.

"Informasinya akan dikaji, kita belum lihat kajiannya seperti apa. Tapai kalau memang ada, kami meminta pemprov tidak tebang pilih dalam merumuskan dalam pemberlakuan upah honorer,” kata Asep.

Meski begitu, asep mengakui jika gaji pegawai honorer pada 2020 tidak akan berubah. Hal itu dikarenakan DPRD Banten telah mengesahkan APBD Banten 2020.

"Yah kalau tahun depan yah kita hanya pasrah saja. Tapi kita akan berjuang untuk tahun 2021. Tapi jika masih seperti ini berati pemprov diskriminasi upah,” katanya.

Padahal, kata Asep, gaji honorer sering menjadi barometer tim perumus SSH.

Ironisnya, dari Rp 2,2 triliun APBD yang dianggarakan untuk belanja pegawai, gaji untuk honorer non kategori hanya mencapai 5 persen.

"Dari angka belanja pegawai yang fantastis itu, kami non kategori 5 persennya pun nggak sampai. Padahal kami motor dari Pemprov Banten,” ujarnya.

Berdasarkan catatan, Untuk gaji pada tahun anggaran 2019 non kategori lulusan SD/SMP sederajat mendapatakan upah Rp 1,3 juta, lulusan SMA/D1 mendapatkan upah Rp 1,45 juta, lulusan D3 mendapatkan upah Rp 1,6 juta, lulusan S1/D4 mendapatkan upah Rp 1,75 juta, lulusan S2 mendapatkan upah Rp 2 juta.

Untuk gaji pada tahun anggaran 2020 non kategori lulusan SD/SMP sederajat mendapatakan upah Rp 1,8 juta, lulusan SMA/D1 mendapatkan upah Rp 1,95 juta, lulusan D3 mendapatkan upah Rp 2,1 juta, lulusan S1/D4 mendapatkan upah Rp 2,25 juta, lulusan S2 mendapatkan upah Rp 2,5 juta.

Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) mengaku tidak mempermaslahkan jika gaji honorer di lingkup Pemprov Banten masih jauh dari upah yang diterima buruh.

Meski begitu, ia mengaku, jika Pemprov Banten pada APBD 2020 telah menaikkan gaji para honorer.

"Nggak ada masalah. Kan udah dinaikin. Kwatub kemarin dikasih Rp 900 ribu juga nggak ada masalah. Malah terus naik,” kata WH.

WH meminta agar hal tersebut tidak dimasalahkan, terkait upah honorer masih di bawah kaum buruh.

"Dan kamu (wartawan) jangan panas-panasin,” katanya. [dzk]



Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

The ads will close in 10 Seconds