The Other Chinese

Opini  KAMIS, 28 NOVEMBER 2019 , 17:24:00 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

The Other Chinese

Agnez Monica/Net

RMOLBANTEN. Hari ketiga, polemik Agnez Mo melandai. Netizen gerah. Ogah memperpanjang kontroversi. Karena ada elemen rasis mengarahkan polemik menjadi hatze Anti-Tionghoa.

Emmy Hafidz mengkapitalisasi non-english speaking nation, triger emosi menjadi kegaduhan extra massive.

In a nutshell, Agnez Mo menyatakan (+/-) sekalipun non-pri dan beragama minoritas Kristen, berbeda dengan mayoritas pribumi, tapi dia lahir di Indonesia dan diterima dengan baik oleh mayoritas muslim.

Setelah kalah di debat Letterlijk, haters seperti Hong-gie Yap mempersoalkan intonasi, gesture, facial expression dan tarikan napas. Baginya, Agnez Mo ingin mengatakan bahwa dia bukan bagian dari Indonesia.

Oh my god-dragon...!! That's halusinasi. Makanya; Jangan ngisep Lem Aibon sambil nonton potongan klip talkshow itu.

Agnez Mo hebat. Dia tutup hot issue Komisaris Ahok, BPJS, Reuni 212 dan Sukmawati.

Syahganda Nainggolan, pentolan aktivis generasi pasca Hariman Siregar, menyatakan "polemik Agnez Mo menarik dibahas".

Dia bawa diskursus Agnez Mo ke level lebih tinggi. Ngga recehan seperti Emmy Hafidz dan Hong-gie Yap.

Pembahasan jadi rumit. Syahganda Nainggolan angkat terminologi ethnik, tribalism, pribumi vs non-pri, bangsa, warga-negara dan konsensus bernegara.

Baginya, "Bangsa" itu beda dengan "Citizenship". Bangsa berkaitan dengan darah dan ethnisitas.

Thus yang dimaksud sebagai "Bangsa Indonesia" adalah pribumi. Golongan asing seperti Tionghoa, India dan Eropa bisa menjadi WNI. Tapi tidak pas disebut "Bangsa Indonesia".

Subjektifisme Syahganda Nainggolan terhadap Anies Baswedan membuatnya ragu mereposisi Golongan Arab.

Faktor agama memudahkan Golongan Arab diterima menjadi bagian dari "Bangsa Indonesia".

Syahdan, Agnez Mo ternyata mengadopsi pemahaman Syahganda Nainggolan pada saat dia menyebut "Indonesian blood".

Tidak ada yang salah dari paham ini. Formasi identitas Agnez Mo memperlihatkan "a sense of uniqueness from others" sekaligus "a sense of affiliation" kepada Indonesia.

Sebuah "Bangsa", or a nation, bagi Benedict Anderson adalah "an imagined political community".

Sebuah "socially constructed community" yang dibayangkan oleh mereka yang merasa bagian dari kelompok.

Tidak ada definisi tunggal dan general consensus nor global agreement tentang "bangsa". Amerika satu-satunya negara modern. Semua bangsa ada di situ menjadi "Orang Amerika".

Di Jepang lain lagi. Hanya "Darah Jepang" yang dianggap sebagai "Orang Jepang". Mereka bahkan anti dengan Golongan "Hāfu"; separoh Jepang, anak-anak hasil mixed marriage.

Indonesia lebih rilex. Ada proses yang disebut William Swann sebagai "Identity negotiation" dan proses ini ternyata belum selesai.

Sebuah proses dalam rangka mencapai agreement mengenai "who is who" bangsa Indonesia itu.

Yang membuat Indonesia itu unique amongst the nations adalah faktor bahasa.

Di Singapore dan Malaysia, segregasi ethnis dibedakan oleh faktor genetik, culture, agama dan bahasa.

Ada "lingua franca" di Indonesia yang ternyata sanggup menerobos boundary segregasi rasial.

Karena suka atau tidak, secara alamiah, Tionghoa adalah bagian dari Indonesia maka dia menjadi lain sendiri.

Tionghoa Indonesia sulit menyatu dengan the other Overseas Chinese dan Zhongguoren karena pada umumnya mereka tidak lagi berbahasa Mandarin dan varian dialeknya.

Global Chinese menganggap Tionghoa-Indonesia sebagai "The other Chinese". Secara culture, mereka Lebih "Indonesia" daripada Chinese.

Di situ sedihnya jadi Tionghoa Indonesia. Dia nggak dianggep "Bangsa Indonesia" sekaligus nggak juga dianggap sebagai "Chinese" on global level. [**]

Penulias adalah anggota Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak).

Komentar Pembaca
Beginilah TVRI

Beginilah TVRI

SENIN, 20 JANUARI 2020

Kerdipan Asabri

Kerdipan Asabri

MINGGU, 19 JANUARI 2020

Jualan 100 Dolar

Jualan 100 Dolar

SABTU, 18 JANUARI 2020

Nasib Benny

Nasib Benny

KAMIS, 16 JANUARI 2020

Kemesraan Ini

Kemesraan Ini

MINGGU, 12 JANUARI 2020

Pilihan Mudah

Pilihan Mudah

JUM'AT, 10 JANUARI 2020

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

The ads will close in 10 Seconds