Pengangguran Tinggi, Mahasiswa Desak WH Bertanggung Jawab

Pemprov Banten  KAMIS, 28 NOVEMBER 2019 , 18:44:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Pengangguran Tinggi, Mahasiswa Desak WH Bertanggung Jawab

Mahasiswa protes pengangguran/RAG

RMOLBANTEN. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Soedirman 30 (KMS30) menggelar aksi di depan Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kamis (28/11).

Dalam aksinya mahasiswa mendesak Gubernur Banten Wahidin Halim bertanggungjawab atas tingginya angka pengangguran di Provinsi Banten.

Sekertaris Jenderal KMS30, Wawan Khairul Anwar mengungkapkan, Pengangguran di Banten seakan menjadi sesutau hak yang tak dianggap penting oleh Prov Banten. Pasalnya, sejak beberapa tahun kebelakang persoalan tersebut tak kunjung menemukan titik terang.

Bahkan, kata Wawan, hingga saat ini Banten kembali mendapat predikat sebagai Provinsi tertinggi angka pengangguran se Indonesia. Data tersebut terungkap setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan rilis terkait tingkat pengangguran terbuka.

Dalam rilisnya, ujar Wawan, BPS menyebutkan bahwa Banten menempati peringkat pertama dengan persentase 8,11 persen, ini lebih besar dari provinsi-provinsi lainnya.

Padahal Pergub No. 9 tahun 2018  yang harusnya menjadi sarana informasi lapangan pekerjaan dan penempatan tenaga kerja ini menjadi salah satu keunggulan untuk Pemprov mengurangi tingkat pengangguran terbuka, tidak berarti apa-apa.

"Disebutkan dalam poin  A dalam Pergub tersebut bahwa masyarakat dapat bekerja dengan kompetensinya dan perusahaan dapat merekrut dan menempatkan tenaga kerja sesuai bidang keahliannya," ujarnya.

"Seharusnya ini menjadi kekuatan yang dimiliki gubernur, tapi sayangnya peraturan itu seakan tak menjadi jawaban atas banyaknya orang yang menganggur di provinsi banten," tambahnya.

Gubernur Banten seharusnya bisa menyiapkan Sumber Daya Manusia Yang berkualitas dan siap bersaing dengan para pendatang.

Karena, dalam catatannya Kabupaten atau Kota sebagai penyumbang terbesar pengangguran merupakan daerah yang masuk dalam daerah industri.

Pria yang akrab disapa Qiwong itu menuntut kepada Gubernur dan Wakil Gubernur untuk segera berkomitemn mengentaskan maslah pengangguran.

"Realisasikan Pergub nomor 09 tahun 2018, masifkan info lowongan kerja kepada masyarakat, sediakan lapangan pekerjaan yang sesuai kualitas masyarakat Banten dan sesuaikan peran BBLKI," sarannya. [dzk] 

Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Resmikan Masjid An-Nahdlah

Resmikan Masjid An-Nahdlah

SELASA, 28 JANUARI 2020 , 04:01:00

The ads will close in 10 Seconds