Era Digital, Technopreneur Muda Dituntut Inovatif

Pendidikan  SABTU, 30 NOVEMBER 2019 , 19:27:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Era Digital, <i>Technopreneur</i> Muda Dituntut Inovatif

Wisuda UMN/AUL

RMOLBANTEN. Industri bisnis di bidang Teknologi informasi masih menjadi trend saat ini, terlebih Indonesia tengah menghadapi era revolusi industri 4.0. Kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi informasi pun semakin besar.

Rektor Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Ninok Leksono pun terus menyiapkan lulusan yang siap dalam bidang Technopreneurship. Ninok mengungkapkan, menjadi technopreneur bukan hanya sekedar memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi.

"Untuk itu, tidak bisa hanya dengan otak dan hati, tapi bagaimana agar bisa memudahkan bisnis industri tradisional seperti UMKM agar memiliki nilai lebih," ujar Ninok saat melepas 854 Wisudawan UMN di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (30/11).

Ninok mengandalkan dengan pengrajin UMKM mainan bebek, jika dibantu dengan teknologi digital maka akan lebih meningkatkan nilai jual, produksi, dan kualitas.

"Kalau kita bicara para pengrajin bebek-bebekan itu kan UKM, tapi kalau tidak didukung teknologi sulit meningkat dari masa ke masa, kalau dibantu ICT desain bisa lebih bagus, produksi akan lebih banyak, kualitas terstandarisasi, dan lebih cepat," jelasnya.

Meski begitu, ia menyadari persaingan bisnis digital sangat ketat. Ia pun tidak membatasi para alumnusnya untuk membuat start-up namun yang terpenting dapat bersaing serta memiliki pengalaman dan kemampuan yang baik.

"Perkembangan dunia technopreneur sebenarnya tidak bisa diprediksi. Untuk itu kita membekali tidak hanya dengan pengetahuan harus membuat produk teknologi apa, tapi dengan spirit untuk menjadi insan pembelajar, insan adaptif, insan yang diperlukan untuk era yang sebagian belum diketahui," tuturnya.

Sementara itu, CEO dan Founder Bubu.com Shinta Witoyo Dhanuwardoyo, yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menuturkan, saat ini yang diperlukan untuk menjadi technopreneur adalah mengeksekusi ide agar dapat menjadi sesuatu.

"Kalau kita hanya memikirkan ide, tapi tidak mengeksekusinya tentu kita akan tertinggal, gagal itu biasa, sebagai pengalaman dan pembelajaran, yang terpenting harus berani memulai kembali," tandasnya.  [ars]

Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 21:18:00

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 17:04:00

The ads will close in 10 Seconds