Masyarakat Pangkalan Jati Depok Diajari Pengolahan Sampah

Nusantara  SABTU, 30 NOVEMBER 2019 , 22:17:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Masyarakat Pangkalan Jati Depok Diajari Pengolahan Sampah

Asep Kamaluddin Nashir/ARS

RMOLBANTEN. Sampah sering kali menjadi sumber masalah dalam keseharian kita, baik di rumah tangga maupun keluarga. Sampah kerap menjadi limbah yang tidak berguna dan bisa menjadi sumber penyakit.

Sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat selalu menjadi permasalahan dalam pembangunan khususnya di perkotaan.

Untuk mengedukasi masyarakat terkait sampah itu, beberapa dosen dari Universitas Pembangunan Negeri (UPN)N Veteran Jakarta melaksanakan kegiatan Program Penerapan Teknologi Tepat Guna Kepada Masyarakat (PPTTG) tahun 2019 di Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere-Kota Depok.

"Kegiatan PPTTG merupakan salah satu skema program pengabdian masyarakat yang dirancang oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi," ujar ketua pelaksana PPTG, Asep Kamaluddin Nashir, Sabtu (30/11).

Menurut Asep, pada tahun 2019 ini, dosen UPN Veteran Jakarta berkesempatan melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat melalui skema PPTTG, dengan tema Pemberdayaan masyarakat Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Produk Lainnya Di Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere-Kota Depok”.

"Kegiatan PPTTG ini dilaksanakan melalui sosialisasi/penyuluhan, pelatihan dan pendampingan kepada mitra," katanya.

Lanjut Asep, kegiatan pelatihan dilakukan dengan menggunakan peralatan pengolahan sampah plastik, dan bahan yang digunakan sampah plastik dengan karaktiristik Polyethylene Terephthalate (PET).

PET kata Asep, memiliki karakteristik transparan, jernih dan kuat. Biasanya dipergunakan sebagai botol minuman (air mineral) tetapi tidak untuk air hangat atau panas.

Pelatihan pengolahan sampah plastik dapat dilakukan dengan beberapa langkah.

Pertama, pengambilan sampah dapat dilakukan dengan mengumpulkan sampah-sampah yang berasal dari TPS/TPA, langkah selanjutnya sampah yang telah terkumpulkan kemudian dipilah berdasarkan jenis sampah.

Kedua, proses pemisahan dan pembersihan sampah plastik, sesuai dengan jenis dan karakteristik sampah plastik yang ada.

Ketiga, proses pencacahan dan pengepresan yang dilakukan dengan menggunakan peralatan yang telah dipersiapkan.

Kegiatan program penerapan teknologi tepat guna kepada masyarakat ini memberi pengaruhan kepada masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memanfaatkan sampah botol plastik untuk diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis, dan dapat memberi peluang kepada masyarakat untuk menciptakan ladang usaha dari sampah botol plastik, sehingga terjadi peningkatan ekonomi masyarakat," pungkas Asep.[dzk]

Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 21:18:00

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 17:04:00

The ads will close in 10 Seconds