BPPT: Turap Longsor Di Kademangan Karena Tidak Kuat Tahan Beban

Keamanan  SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 02:12:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

BPPT: Turap Longsor Di Kademangan Karena Tidak Kuat Tahan Beban

Turap longsor/LAN

RMOLBANTEN. Longsor Turap di Kademangan, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu yang longsor pada Senin (2/12) disebut Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) tidak memiliki ketahanan yang maksimal.

Diketahui longsonya Turap tersebut menyebabkan ibu muda bernama Anggi (23) meregang nyawa tertimpa longsoran turap.

Redaksi Kantor Berita RMOLBanten melalui pemberitaan sebelumnya sudah beberapa kali mengingatkan Pemkot Tangsel agar segera membenahi turap-turap yang berpotensi longsor dan bahkan turap yang sudah longsor.

Baca: Turap Longsor Berbulan-Bulan, Pemkot Tangsel Diem-Diem Bae

Baca: Setahun Sudah Turap Ambrol, Warga Villa Dago Tol Was-Was Kena Longsor

Kepala Bagian Program dan Anggaran Pusat Teknologi Reduksi Resiko Bencana BPPT, Nur Hidayat, yang datang meninjau lokasi longsor turap mejelaskan, bahwa turap tersebut selain tidak memiliki ketahanan juga diperparah dengan kondisi tanah yang merupakan tanah urukan.

"Kondisi turap semakin parah dengan lapisan soil (tanah) cukup tebal di area longsor. Kayanya turap itu tanah urukan. Itu yang saya lihat dari material yang longsor tadi," ucap Nur Hidayat, Senin (2/12)

Lanjutnya, tebalnya tanah itu membuat turap tak dapat menahan beban yang berat. Terlebih, di musim hujan seperti ini air dengan sangat mudah masuk keretakan turap hingga meresap ke tanah.

"Dengan tanah yang cukup tebal, jadinya enggak kuat buat nahan beban yang cukup besar. Kalau ini bergetar mempercepat terjadinya proses pergerakan tanah dan itu terbukti jalanan retak dan air mulai banyak meresap ke tanah retak," paparnya.

Justru dengan kontur tanah seperti ini, Nur menyangkan jika harus di buat turap. Apalagi saat pembuatan turap harus diteliti lebih dalam kembali.

"Dengan kondisi tanah seperti itu, turap bukanlah menjadi solusi satu-satunya. Jadi sebaiknya tingkat penduduk harus dikurangi, kemudian lalu lalang mobil padat yang menambah beban, baik beban tetap atau bergerak juga harus dikurangi," ungkap Nur.

Senada dengan Nur, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, Chaeruddin juga mengatakan bahwa turap yang longsor tidak cukup kuat menahan beban.

"Dari turapnya itu sendiri kurang kuat. Turap itu tak memiliki dasar pondasi yang kokoh. Itu kan turapnya cuma begitu doang. Enggak ada besinya," ujar Chaeruddin.[dzk]



Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

Sandiaga Uno Usai Upacara Senja

RABU, 16 OKTOBER 2019 , 21:18:00

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

Gubernur dan Kapolda Sambangi RSUD Pandeglang

KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 17:04:00

The ads will close in 10 Seconds