Demokrat: Setiap Kritik Pasti Dianggap Hinaan Kalau Penguasanya Lalim

Politik  KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 13:52:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Demokrat: Setiap Kritik Pasti Dianggap Hinaan Kalau Penguasanya Lalim

Rachland Nashidik/Net

RMOLBANTEN. Kritik dan hinaan merupakan hal yang bebeda. Pihak yang paling bisa memberi perbedaan pandangan atas kritik adalah orang yang dikritik.

Demikian disampaikan Wasekjen DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik, dilansir dari Kantor RMOLNetwork, Kamis (5/12).

"Yang membedakan kritik dari hinaan pertama-tama adalah orang yang dikritik,” terangnya.

Rachlan lantas mengelaborasi bahwa kritik di negeri yang dikuasai penguasa lalim atau sewenang-wenang tidak akan diperhatikan.

Sebaliknya, kritik akan disebut sebagai sebuah penghinaan dan pengkritik akan dimusnakan oleh kaki tangan penguasa.

"Bagi tiran, setiap kritik adalah hinaan,” pungkasnya.

Sebelumnya,  kritik filsuf dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung kepada Presiden Joko Widodo berbuntut ancaman pelaporan polisi.

Dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (3/12) Rocky Gerung mengurai bahwa Jokowi tidak paham Pancasila.

Menurut Rocky, jika mantan walikota Solo itu paham, maka kebijakan yang diambil akan menyenangkan rakyat. Bukan justru menaikan iuran BPJS dan merusak lingkungan.

Politisi PDIP Junimart Girsang yang menjadi pembicara dalam acara itu sempat naik pitam dan langsung mengutarakan niat untuk melaporkan Rocky ke polisi. [dzk] 

Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

The ads will close in 10 Seconds