Relokasi PKL Di Kota Serang Kembali Molor

Kota Serang  KAMIS, 12 DESEMBER 2019 , 19:27:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Relokasi PKL Di Kota Serang Kembali Molor

Yoyo Wicahyono/RAG

RMOLBANTEN. Sudah hampir setahun relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari Stadion Maulana Yusuf ke Pasar Kepandean tak kunjung menemui titik terang.

Pemkot sempat menjanjikan Pasar Kepandean akan selesai ditata akhir November 2019. Namun kembali molor dari jadwal yang sudah ditentukan dengan alasan ada yang belum beres.

Kepala Dinas Perdagangan Industri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperdaginkop dan UKM) Yoyo Wicahyono mengatakan, saat ini sarana prasarana di Kepandean sudah mulai dipenuhi mulai dari toilet, Awning dan lainnya.

"PKL mengatakan kepada kita, Kepandean tidak layak tidak ada sarana prasarana kita penuhi mulai dari jalan sudah kita hotmix oleh PU, kemudian kios nya sudah di awning, katanya becek sudah kita paving block, toilet semua sudah PJU juga sudah," ujarnya, Kamis (12/12).

Dikatakan Yoyo sejauh ini yang belum selesai itu landscape tapi sudah berjalan satu lagi yang jadi kendala yakni belum ada kesepakatan dengan PLN terkait pemasangan listrik.  

"Karena waktu pertama peresmian ketika listrik asal sambung jadi kebakar. Nah, sekarang program PLN 450 Watt itu tidak ada, yang ada 900 watt itu kan kami harus berubah administrasi, harus dicek segala macam dengan PLN jadi tidak semudah itu," ucapnya.

Dituturkan Yoyo, saat ini semua pihak diminta untuk bersabar semua sudah dalam progress dan diharapkan bisa berjalan sesuai target di akhir tahun ini.
 
"Karena memang kita bergantung kepada mekanisme tidak bisa dong kepandean di hotmik terus bikin awning kan harus lelang dulu, ada segala macam proses, kan banyak hal teknis," ujarnya.

"Ngomong mah gampang tapi apa sekarang yang kurang coba lihat di sana kalau masalah ramai dan sepi gitu ibarat bicara ayam dulu telur dulu bagaimana orang mau datang ke sana pedagangnya nggak ada kata pedagang gak ada pembeli yang dagangnya di situnya mau enggak," tambahnya.

Dirinya tidak bisa menyalahkan pedagang sebab menurutnya di Disperindagkop UKM juga punya kelemahan tidak mudah tidak mengakomodir tuntutan para pedagang.

"Nantinya ada 128 kios tapi kan tidak semua PKL ada yang mainan anak-anak makanya disediakan space terbuka ada beberapa nanti dan itu dari pendataan konon katanya menyusut dari tiga ratus tinggal seratusan," tukasnya. [ars]


Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

The ads will close in 10 Seconds