Ibunda Luthfi Menangis Terisak Berharap Anaknya Bebas

Hukum  JUM'AT, 13 DESEMBER 2019 , 02:37:00 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ibunda Luthfi Menangis Terisak Berharap Anaknya Bebas

Dede Luthfi Alfiandi/Repro

RMOLBANTEN. Vonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dalam kasus yang membelitnya menjadi harapan Dede Luthfi Alfiandi. Dosen UBK: Penanganan Kasus Lutfi Sang Pembawa Merah-Putih Ada Yang Salah

Pemuda berusia 20 tahun sempat viral karena membawa bendera Merah Putih saat aksi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan dan sempat viral di dunia maya.

"Minta doanya saja untuk sidang ini," katanya di PN Jakarta Pusat, Kamis (12/12).

Luthfi sempat menangis tersedu-sedu dan memeluk erat-erat ringkih tubuh sang ibu yang bernama Nurhayati di hadapan wartawan.

Dia juga terlihat sesekali mencium kening ibunya.

Ibunya, Nurhayati, menaruh harapan besar agar pengadilan membebaskan anaknya yang bernama Lutfhi. Sebab dia yakin anaknya tidak bersalah dan akan bebas dari kasus tersebut.

"Pokoknya bebas, harapan saya bebas. Anak saya tidak bersalah," ujarnya penuh harap sembari meneteskan air mata.

Saat agenda sidang menginjak pembacaan surat dakwaan, suasana riuh menghiasi ruangan sidang.
Di dalam persidangan, sejumlah pengunjung yang didominasi oleh ibu-ibu meyakini bahwa Luthfi tak bersalah.

"Bebaskan Luthfi, bebaskan Luthfi," teriak mereka.

Luthfi ditangkap oleh polisi karena diduga menjadi provokator saat aksi di depan DPR pada 30 September 2019 lalu.

Lutfhi mendapat dukungan moral dari para elite politik di antaranya, Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule, anggota Dewan Kehormatan Partai Gerindra Habiburrokhmanm dan Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Sidang akan dilanjut pada 18 Desember mendatang.

Sidang pekan depan akan beranggotakan pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum.

Persidangan diakhiri setelah penasihat hukum dari Luthfi tidak memberi bantahan atas dakwaan yang dibacakan.

Mereka juga meminta penangguhan penahanan karena alasan terdakwa masih muda. Surat penangguhan diteken langsung oleh Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto.

Sementara JPU meminta waktu selama seminggu untuk menyiapkan saksi. [dzk]

 


Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

The ads will close in 10 Seconds