Mahasiswa Di Serang Tuntut Presiden Selesaikan Kasus Novel

Politik  JUM'AT, 13 DESEMBER 2019 , 13:59:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Mahasiswa Di Serang Tuntut Presiden Selesaikan Kasus Novel

Dialog mahasiswa di Serang/RAG

RMOLBANTEN. Mahasiswa yang tergabung dari beberapa BEM di Universitas yang ada di Serang, menuntut Pemerintah Pusat dan Polri selesaikan kasus HAM di Indonesia.

Tuntutan itu disampaikan perwakilan Mahasiswa Banten Aziz saat menjadi narasumber dialog dengan tema "Soal HAM Yang Tak Pernah Selesai", di Kota Serang, Jumat (13/12).

Aziz menyampaikan, bahwa mahasiswa meminta Kementerian Polhukam, Menkumham dan Kepolisian agar bisa menselesaikan kasus-kasus HAM dari 1965 hingga 2019.

"Kami meminta keadilan yang merata, karena kami tidak ingin kasus ini menjadi kasus catatan yang kelam untuk anak-anak dan generasi kedepan,” ujarnya.

Aziz berharap, Presiden  menepati janjinya untuk menselesaikan kasus Novel Baswedan yang sampai saat ini masih belum diselesaikan.

"Jadi kami meminta Presiden harus memperkuat elemen dan struktur-struktur yang ada di pemerintahan untuk membantu progresnya, dan Presiden juga harus tegas untuk membenahi hukum-hukum di Indonesia, hukum juga salah satu untuk kemajuan bangsa kita," katanya.

"Kasus Novel ini harus diselesaikan kalua bias Presiden harus tegas dan serius menanganinya,” sambungnya.

Ditrmpat yang sama, Ketua Panitia Dialog HAM, Riski Sandika, menambahkan, kegiatan ini digelar untuk mengingatkan kepada mahasiswa bahwa di tanggal 10 Desember adalah peringatan Hari HAM Sedunia.

Maka dari itu mahasiswa dari berbagai BEM di Banten kompak untuk memperingati dengan cara berdialog atau Diskusi dan menjalankan silaturahmi antara BEM.

"Saya melihat sejauh ini kasus HAM di Indonesia masih belum dijamin oleh Pemerintah, jadi sebenarnya dimata hukum harus sama tidak ada perbedaan,” ucapnya.

Riski menilai bahwa kasus HAM dan Hukum di Indonesia saat ini masih belum baik, dan dirinya juga melihat masih banyak kasus HAM masih belum di selesaikan pihak berwajib dan pemerintah pusat.

"Meninggalnya Munir, itu kasus yang tidak pernah kami lupakan, sampai saat ini kasus Munir saja pemerintah dan kepolisian sampai pergantian Presiden masih belum selesai, kami berharap kasus-kasus HAM yang ada di Indonesia diselesaikan sampai tuntas,” pungkasnya. [dzk]



Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Resmikan Masjid An-Nahdlah

Resmikan Masjid An-Nahdlah

SELASA, 28 JANUARI 2020 , 04:01:00

The ads will close in 10 Seconds