Tidak Sepakat Katib Aam PBNU, MUI: Biang Keladi Di Uighur Pelanggaran HAM

Politik  JUM'AT, 27 DESEMBER 2019 , 00:41:00 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tidak Sepakat Katib Aam PBNU, MUI: Biang Keladi Di Uighur Pelanggaran HAM

Masa HMI demo di Kedubes China/Net

RMOLBANTEN. Kasus dugaan pelanggaran HAM kepada etnis Uighur di Xinjiang China dibilang mirip dengan kasus sparatisme di Papua mendapat tanggapan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Katib Aam PBNU, Yahya Cholil Staquf yang menyamakan Menurut Staquf, menuding, ada kaum separatis Uighur yang berusaha memisahkan diri dengan China. Mereka ingin mengembalikan kemerdekaan negara Turkistan Timur.

"Kalau kita biarkan ini berlanjut konfliknya, ini bukan cuma China yang kacau. Seluruh kawasan akan mengalami destabilisasi. Jadi destabilisasi seluruh kawasan dan kita ikut jadi korbannya mau tidak mau,” kata Yahya dalam diskusi Dialog Lintas Iman untuk Moderasi Beragama, Kamis (26/12)

Sekjen MUI, Anwar Abbas menilai, tidak sepakat dengan Yahya Cholil Staquf. Menurutnya, pangkal masalah kasus tersebut adalah pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Gerakan sparatisme berangkat dari diskriminasi dan penindasan, seperti yang terjadi di Uighur yang dilakukan oleh pemerintah China.

"Kalau bagi saya, biang keladinya itu (pelanggaran HAM). Yang jadi pangkal sebab musabab diinjak-injaknya hak asasi rakyat Uighur, terutama hak beragama mereka, akhirnya muncullah pemikiran untuk memisahkan diri," ujar Anwar di Kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (26/12).

Ketua PP Muhammadiya ini menilai kasus di Uighur murni pelanggaran HAM lantaran kebebasan bergama yang dirampas oleh pemerintah China. Meskipun imbasnya bergulir isu sparatisme seperti disampaikan beberapa pihak.

"Jadi kalau pemerintah China ingin Uighur tidak memisahkan diri, ya jangan langgar hak-hak mereka. Saya gitu aja logikanya," terangnya.

Anwar meminta pemerintah China untuk menghargai agama dan kebebasan beragama bagi etnis minoritas muslim Uighur di Xinjiang.

"Kita minta satu saja, menghormati dan menghargai agama dan hak bergama dari masyarakat Uighur di Xinjiang yang mayoritas beragama Islam," demikian Anwar. [dzk] 

Komentar Pembaca
Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 03:17:00

The ads will close in 10 Seconds