Mantan Ketua KPK: OTT Dan Geledah Berbeda Buka Peluang Pelaku Kejahatan Hilangkan Jejak

Politik  MINGGU, 12 JANUARI 2020 , 22:39:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIANTO

Mantan Ketua KPK: OTT Dan Geledah Berbeda Buka Peluang Pelaku Kejahatan Hilangkan Jejak

Foto: Repro

RMOLBANTEN. Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad menyoroti kinerja lamban dari eks jajarannya dalam mengungkap kasus suap yang menjerat KPU Wahyu Setiawan (WSE).

Abraham menyoroti penggeledahan. Pada Kamis (9/1) lalu, tim penyidik KPK gagal masuk ke ruang pengurus di DPP PDIP.

Beredar kabar lagi bahwa penggeledahan sejumlah tempat yang diduga bersinggungan dengan kasus ini akan digelar pada pekan depan.

Tepatnya setelah izin dari Dewan Pengawas KPK dikantongi.

"Tujuan penggeledahan itu agar menemukan bukti hukum secepat-cepatnya,” ujar Samad dalam akun Twitter pribadinya, Minggu (12/1).

Kata Samad, bukti perlu ditemukan secara cepat agar pihak-pihak yang diduga terlibat tidak menghilangkannya terlebih dahulu.

"Itulah mengapa sebelum ini, OTT dan geledah itu selalu barengan waktunya,” sindirnya.
"OTT yang tidak disertai penggeledahan pada waktunya, tidak saja menyimpang dari SOP, tapi membuka peluang hilangnya barang bukti, petunjuk, dan alat bukti lain. Ini sama dengan memberi waktu pelaku kejahatan buat hilangkan jejak," tegasnya.

Sebelumnya, pelaksana tugas (Plt) Jurubicara KPK Ali Fikri mengurai bahwa kedatangan tim KPK pada Kamis lalu bertujuan untuk KPK Line pada ruang tertentu di gedung kantor DPP PDIP.

Pernyataan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat yang menyebut tim tidak dibekali surat izin dibantah Ali.

Tim KPK, kata Ali, sudah dibekali surat tugas lengkap. Surat itu bahkan sudah ditunjukkan ke petugas satpam penjaga gedung.

Namun demikian, satpam penjaga tidak langsung mempersilakan tim KPK masuk. Mereka memerlukan izin atasan.

"Dan ternyata lama, sedangkan tim juga harus bergeser mengamankan tempat lain karena diburu waktu 1 x 24 jam, maka tim bergeser ke KPU dan rumah dinas Pak WSE (Wahyu Setiawan),” urainya.

Tim KPK akhirnya batal memasang KPK Line di ruang tertentu di Kantor DPP PDIP.

Selain izin yang lama dari penjaga gedung dan tim KPK diharuskan bergeser ke tempat lain, di hari itu juga dilakukan gelar perkara di gedung KPK.

Kemudian kasus itu masuk dalam tahap penyidikan.

"Saat ini pemasangan kpk line kenapa tidak dilakukan? Karena saat ini sudah naik tahap penyidikan. Ini perlu saya sampaikan agar tidak ada persepsi yang salah,” pungkasnya. [dzk] 

Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

The ads will close in 10 Seconds