Perumahan Kian Berkembang, Galian C Di Kota Serang Makin Marak

Kota Serang  SELASA, 14 JANUARI 2020 , 21:57:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Perumahan Kian Berkembang, Galian C Di Kota Serang Makin Marak

Galian C di Kota Serang/RAG

RMOLBANTEN. Semakin pesatnya pertumbuhan penduduk di Kota Serang berimbas pada pembangunan infrastruktur perumahan yang semakin menjamur.

Hal itu tentunya berdampak pada menjamurnya bisnis galian C untuk proses pemadatan dan pematangan lahan untuk menyiapkan pembangunan perumahan.

Data Real Estate Indonesia (REI) menyebut untuk tahun 2019 di Kota Serang tercatat ada 3000 unit pembangunan perumahan baik subsidi atau premium.

"Dari 17500 unit yang ditargetkan  terealisasi sekitar 70 persen atau sekitar 14 ribu sampai 15 ribu unit se-Banten. Kalau untuk kota Serang  kita beum data, total mendata ada sekitar 3000 unit perumahan di bangun di Kota Serang," kata Ketua DPD REI Roni Hadiriyanto Adali, Selasa (14/1).

Lonjakan kebutuhan akan tanah urugan pembangunan di daerah inilah yang dimanfaatkan sebagai aji mumpung menambang lahan secara terang-terangan.

Tercatat di Kota Serang terdapat tiga galian C ilegal atau bisnis keruk tanah yang masing-masing tersebar di Kelurahan Kuranji, Pancur dan Cilowong, Kecamatan Taktakan.

Lurah Kuranji Dade Saatudin menampik akan adanya galian C di daerahnya. Menurutnya itu hanya meratakan tanah saja yang dilakukan oleh warga.

"Kalau sudah rata dengan jalan yang dikehendaki sudah selesai. Kalau galian C kan sampai ke bawah di dasar tanah di bawah rata-rata jalan," ujarnya.

Menurutnya kalau untuk di Pancur dan Cilowong itu betul galian C, tapi Kalau untuk di Kuranji tidak ada hanya meratakan tanah saja lagian kan sekarang sudah tidak ada.

"Kami akan menolak tidak akan merekomendasikan secara lisan maupun surat untuk galian C.Yang lebih tau persis pak yani, harusnya diterapkan sanksinya kami sudah menyegel kalaupun ada yang nakal lurah tidak terlibat, yang nakal resiko dia sendiri," ujarnya.

Sementara itu Salah satu nama yang disebutkan Lurah Kuranji Yani menampik bahwa dirinya yang mengelola dan mengetahui persoalan galian C di Taktakan Kota Serang.

"Kalau pengen lebih detail ke pak Abdul orang kepercayaan yang memiliki tanah. Kalau saya mah kan kalau ada yang order sedikit, saya order cuma kemarin November untuk ngurug rumah," ujarnya.

Kapolsek Taktakan AKP Tusiran menuturkan pihaknya atas perintah pimpinan sudah melakukan pengecekan ke tiga tempat lokasi Galian C dan kalau menemukan galian C akan segera ditutup.

"Karena kan di Kota Serang ini tidak ada perda Galian C. Nah kami dari kepolisian juga sudah ngecek. kalau memang masih ada segera suruh tutup .Kalau enggak ditutup, kita tindak ya sesuai dengan hukum yang berlaku," ujarnya.

Camat Taktakan Farach Richi menegaskan pihaknya tidak akan segan untuk menutup tambang karena tidak ada di RTRW kalau ada sudah pasti ilegal dan daerah itu termasuk daerah resapan air.

"Di RTRW pun daerah itu daerah hujau untuk serapan. Saya pastikan kalau masyarakat laporan ke kami, kami tutup," tegasnya. [ars]

Komentar Pembaca
Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

Dua Ketum Muhammadiyah Di Pemakaman

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 13:25:00

Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

The ads will close in 10 Seconds