Sunda Empire Sukses Bikin Penasaran Publik, Yuk Cek Videonya

Keamanan  SABTU, 18 JANUARI 2020 , 03:05:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Sunda Empire Sukses Bikin Penasaran Publik, Yuk Cek Videonya

Tokoh Sunda Empire/Repro

RMOLBANTEN. Setelah ramai soal Keraton Agung Sejagat. Tiba-tiba kelompok Sunda Empire muncul ke publik.

Sunda Empire sukses bikin penasaran publik khususnya warganet. Sunda Empire menjadi viral setelah beberapa akun di media sosial mempostingnya, pun di  Youtube terkait aktivitas kelompok yang berasal dari Bandung, Jawa Barat ini.

Kemunculan mereka terbilang menohok, dari video yang diunggah di chanel YouTube Pigmen, seorang orator memakai seragam warna hitam mirip baju atribut militer lengkap topi dan pin, termasuk para pengikutnya juga berseragam lengkap.

Mereka berkumpul di suatu tempat yang memiliki halaman luas dengan membentangkan spanduk.

Tokoh Sunda Empire mengatakan negara kerajaan didirikan pertama kali adalah Vatikan 15 Agustus 1945.

Kemudian, Vatikan membentuk negara-negara lain seperti Inggris, Amerika dan seluruhnya. Tahun 2020 akan berakhir.

"Sebelum masa itu berakhir, maka harus disiapkan karena setiap orang akan hadir untuk memperpanjang negerinya. Atau kalau tidak, mereka akan berhutang sampai dunia akhirat," ujarnya.

Tokoh Sunda Empire pun mengaku bisa mengampuni sistem penggunaan aset-aset bumi asal mereka mau datang ke Bandung, Jawa Barat. Mendaftarkan diri kepada sistem imperium dunia.

"Namanya Kekaisaran Sunda, Kekaisaran Matahari," kata dia.

Jadi, kesadaran berkumpul hanya menunjukkan kepada siapa saja di muka bumi, bahwa kalian tidak perlu mencari siapa, tidak perlu Cina, tidak perlu Amerika, tidak perlu Inggris.

"Tapi, cukup datang ke Bandung," katanya.

"Kalau uang tidak dikunci, ditutup. Kalian akan terus menambah utang 75 tahun berikutnya, dan itu tidak akan mungkin. Karena UU Agraris tentang pertanahan, itu hanya berlaku 75 tahun," terangnya.

Lebih lanjut, orator juga menyebutkan nerdasarkan UU Agraria 1870, bahwa itu hanya berlaku pada suatu kingdom yang bertahan selama 75 tahun.

"Artinya, state Amerika itu berada di bawah kingdom," katanya.

Lanjutnya, Koloni Brunei di bawah state. Kemudian, republik di bawah koloni. Sehingga, hal itu harus disadari oleh seluruh dunia bahwa negara itu tidak sama levelnya.

"Kalau republik 5 tahun sekali pemilu, kalau koloni 15 tahun sekali laporan pertanggungjawaban, kalau state 35 tahun sekali, kalau kerajaan 75 tahun sekali. Kalau empire sampai dunia kiamat," terangnya. [dzk]
 

Komentar Pembaca
Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 03:17:00

The ads will close in 10 Seconds