Polisi Dalami Postingan Facebook Yang Menyertakan Foto Tolak Memandikan Jenazah Di Tangsel

Keamanan  KAMIS, 23 JANUARI 2020 , 21:14:00 WIB | LAPORAN: LANI PAHRUDIN

Polisi Dalami Postingan Facebook Yang Menyertakan Foto Tolak Memandikan Jenazah Di Tangsel

Foto: Repro

RMOLBANTEN. Kepolisian sektor (Polsek) Serpong menyatakan bahwa spanduk yang diposting di media sosial Facebook Hoaks.

Spanduk provokatif itu bertulsikan "Para Amil, Ustad, Ustadjah, Pondok Jagung Timur Dengan ini Menyatakan: Tidak Akan Mengurusi Jenazah (memandikan, mengkafani, mensholatkan, menguburkan & mentahlilkan) Orang-orang Yang Terbukti Mendukung/Menyetujui Pembangunan Gereja di RT 003/02 Pondok Jagung Timur".

Kapolsek Serpong Kompol Stephanus Luckyto menyampaikan, dirinya telah menginstruksikan anggota Bimas untuk mengecek spanduk provakit bernada sara dan permusuhan itu.

"Tadi sudah saya instruksikan anggota untuk mengecek, tapi tidak ada. Dan, itu adalah hoaks," tutur Luckyto saat dihubungi, Kamis (23/1).

Diketahui spanduk tersebut terjadi pada tahun 2012. Namun, kini diunggah kembali oleh akun Facebook Alan_Nu dan menjadi viral. Dari penulusuran Kantor Berita RMOLBanten, akun Ala-nu @AlanuOfficial berisi jejaring berita-berita salah satu ormas terbesar di Indonesia. Postingan petuah, adab mewarnai jejaring ini.

Luckyto akan berkoordinasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) apabila merasa dirugikan akibat unggahan tersebut bisa membuat laporan.

"Untuk sementara ini kita dalami dulu, sekaligus koordinasi dengan pihak DKM. Bilamana merasa dirugikan atas beredarnya foto spanduk tersebut, kita arahkan untuk membuat laporan," paparnya.

Sebelumnya, Ketua RW 2 Kelurahan Pondok Jagung Timur, Suparjo Saputra (54), mengatakan, lahan tersebut sudah tidak ditempati hanya tersedia pondasi bangunan.

"Ya cuman ada pondasi bangunannya," imbuh Suparjo saat dijumpai, Kamis (23/1).

Suparjo menjelaskan, spanduk yang terletak di Masjid Al Hidayah, Jalan Pondok Jagung Timur tersebut muncul pada tahun 2012 (sebelumnya disebutkan 2013) bukan sekarang-sekarang.

Kemunculannya, saat dirinya pertama kali menjabat sebagai Ketua RW 2.

"Itu pas pertama saya jadi RW 2. Pas beberapa bulan selanjutnya, baru ada spanduk itu. Saya juga kaget enggak tau, pas datang sudah ada spanduk itu," tuturnya.

Diurainya, bahwa pembangunan Gereja yang ditentang warga Pondok Jagung Timur dikarenakan, belum mendapat persetujuan dari warga setempat.

Dan, yang menjadi protes warga saat itu adalah tanda tangan warga yang setuju dipalsukan. Realitasnya di lapangan seperti itu.

"Diduga memang sebelumnya ada persetujuan, namun dengan cara yang tidak benar seperti pemalsuan tanda tangan atau apa. Karena, pas dicek yang tanda tangan bukan warga Pondok Jagung Timur," jelas Suparjo. [dzk]



Komentar Pembaca
Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 03:17:00

The ads will close in 10 Seconds