Kok Bisa Sih Jokowi Salaman Dengan Anggota Parlemen Australia Yang Pakai Pin Bintang Kejora

Internasional  SELASA, 11 FEBRUARI 2020 , 01:16:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Kok Bisa Sih Jokowi Salaman Dengan Anggota Parlemen Australia Yang Pakai Pin Bintang Kejora

Foto: Twitter @JamesMassola

RMOLBANTEN. Kejadian tidan mengenakan buat Presiden RI Joko Widodo, dan jadi sebuah momen canggung, ketika Presiden tertangkap kamera bersalaman dengan Ketua Australian Greens, Adam Bandt.

Bukan tanpa sebab, Adam Bandt tanpa malu menggunakan pin bendera Bintang Kejora, yang di Indonesia terlarang.

Momen itu diunggah seorang wartawan Sydney Morning Herald, James Massola dalam akun Twitter @jamesmassola. James menyebut kejadian itu sebagai sebuah sebuah momen yang dapat dikatakan canggung.

Di mana Jokowi bersalaman dengan seorang anggota parlemen sekaligus Ketua Australian Greens, Adam Bandt.

Bandt sendiri dikenal dengan dukungannya terhadap Papua merdeka.

Dan ketika kunjungan Jokowi, Bandt sendiri dengan berani mengenakan pin bendera bintang kenjora.

Cuitannya, Massola yang mengunggah foto Jokowi bersalaman dengan Bandt memberikan sebuah keterangan.

"Awkward. Jokowi berjabat tangan dengan anggota parlemen Adam Bandt yang mengenakan pin bintang kejora di kerahnya," tulisnya, Senin (10/2).

Cuitan tersebut seketika menjadi bahan perbincangan netizen. Beberapa di antaranya tidak memperdulikan, dan yang lainnya justru meminta pemerintah bisa memberikan sikap tegas atas tindakan Bandt.

Seorang netizen dengan akun Twitter, @AlvaroDeBazan2 yang mengatakan harapannya agar Kementerian Luar Negeri RI bisa memperhatikan tersebut.

"Semoga Bu (Menteri Luar Negeri) Retno (Marsudi) akan hal tersebut," cuitnya.

Diktahui Presiden Jokowi beserta rombongan berkunjunr ke negeri kangguru selama kurang lebih dua hari.

Tiba di Canberra, Australia pada Sabtu malam (8/2), Jokowi dan rombongannya bersiap untuk mengikuti berbagai agenda pada Minggu hingga Senin hari ini.

Pada hari ini, Jokowi sendiri sudah dijadwalkan untuk memberikan pidato di hadapan Parlemen Australia untuk menyatakan bagaimana Indonesia dan negara-benua tersebut dapat bekerja sama dengan baik di berbagai bidang.

Terkait kejadian, Jokowi sendiri diisukan telah bertemu dengan seorang pengacara Veronica Koman. Veronica adalah DPO terkait kasus Asrama Papua di Suraya, Jawa Timur.

Dalam media sosialnya, Veronica mengaku telah menyerahkan data-data mengenai konflik Papua secara langsung kepada Jokowi dalam kunjungan tersebut.

Namun pernyataanya dibantah Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

"Tidak ada pertemuan tersebut. Saya tidak mendengar (ada pertemuan Jokowi dan Veronica)" ujar Jurubicara Kemlu, Teuku Faizasyah saat dikonfirmasi Kantor Berita Politik RMOL, Senin (10/2).[dzk]








Komentar Pembaca
Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 03:17:00

The ads will close in 10 Seconds