LUI Banten Imbau Masyarakat Kota Serang Tidak Merayakan Valentine Day

Keamanan  RABU, 12 FEBRUARI 2020 , 20:07:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

LUI Banten Imbau Masyarakat Kota Serang Tidak Merayakan Valentine Day

Ilustrasi/Net

RMOLBANTEN. Diperkirakan ada 50 sampai 100 Laskar Umat Islam Banten (LUIB) akan berjaga dan melakukan sweeping terhadap tempat wisata dan hotel-hotel yang berada di Kota Serang pada hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari 2020 nanti.

Hali itu disampaikan Ketua Laskar Umat Islam Banten LUIB Ustad Enting Abdul Karim di Kota Serang, Rabu (12/2).

"Tanggal 14 nanti, kita akan sweeping, biasanya yang dulu yang pernah kita tangkap itu di tempat wisata termasuk daerah wisata yang akan kita kelilingi termasuk hotel di Kota Serang," katanya.

Menurut Ustadz Enting perayaan Valentine haram bagi umat Islam memperingatinya, untuk itu pihaknya menghimbau kepada umat islam di Banten jangan membudayakan budaya kafir.

"Karena kita memeringati budaya kafir itu sama dengan kekafiran. Memperingati kekafiran sama dengan kafir," katanya.

"Kalau dari ormas kita sudah memberikan statement mengikuti budaya kafir berarti kita kafir. Kita mengimbau umat islam banten khususnya kota serang tidak usah ramai-ramai mengikuti budaya yang bukan budaya dari islam," tambahnya.

Sementara itu Sekertaris PWNU Banten Amas Tajuddin menuturkan valentine day yang digandrungi oleh kalangan remaja sebagai hari kasih sayang diekspresikan dengan berbagai kegiatan individu maupun kelompok, tidak lah masalah jika kegiatan tersebut tidak melanggar norma, hukum, adat, budaya, tradisi, dan kepatutan dalam kehidupan masyarakat.

"Karena itu valentine day sebaiknya diisi dengan kumpul keluarga, kerabat, teman, berbagi kasih sayang dalam bentuk makan bersama, berinfak, sodaqoh, dan hal tersebut jauh lebih bermakna dari hanya sekedar berbagi kasih "kasmaran" pasangan muda mudi berpacaran mengarah kepada perbuatan asusila," tuturnya.

"Yang tentu jika ini (berpacaran mengarah pada asusila) yang dilakukan maka valentine day dimaksud haram hukumnya tanpa tawar menawar," ujarnya menambhakan.

Untuk itu dirinya menghimbau bagi kalangan remaja sebaiknya valentine day di ekspresikan dengan kunjungan silaturahim disertai memberi hadiah halalan toyyiban kepada orang tua, nenek, kakek, kerabat yang jauh atau dekat tapi karena kesibukan tidak setiap saat dikunjungi, inilah valentine day yang berakhlakul karimah.[dzk]

Komentar Pembaca
Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 03:17:00

The ads will close in 10 Seconds