DED Jembatan Bogeg Ditolak Kementerian PUPR, WH: Pembangunan Jalan Terus

Pemprov Banten  JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 06:17:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

DED Jembatan Bogeg Ditolak Kementerian PUPR, WH: Pembangunan Jalan Terus

Jembatan Bogeg/Net

RMOLBANTEN. Kementerian PUPR di Jakarta  menolak detail engineering design (DED)  Jembatan Bogeg di Jalan Syeh Nawawi Al Bantani, Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya,  Kota Serang yang dibuat Pemprov Banten.

Alasanya, masih belum memperhatikan segala sektor, diantaranya nota kesepahaman atau MoU antara pemerintah daerah dengan pengelola jalan tol.

Informasi dihimpun, Kementerian meminta Pemprov Banten kembali membuat DED baru untuk pembangunan Jembatan Bogeg. Diketahui, pembangunan jembatan Bogeg yang direncanakan dimulai pada awal 2020 hampir gagal dibangun lantaran terkendala perizinan.

Kepala Dinas PUPR Banten, M Tranggono melalui telpon genggamnya, Kamis (13/2) membenarkan adanya pebolakan DED pembangunan Jembatan Bogeg Kota Serang dari pemerintah pusat.

"Untuk DED (baru) sudah kita buat,” katanya.

Ia menjelaskan, sebelumnya rencana pembangunan tersebut mendapatkan masalah ijin dari pihak terkait. Meski begitu, ia memastikan, saat ini ijin tersebut sudah keluar dari Kementerian PUPR.

Ia menegaskan telah memberikan intruksi kepada Sekertaris DPUPR, Robby Cahyadi untuk melakukan komunikasi dengan Kemntrian PUPR dalam memproses rencana pembangunan jembatan tersebut.

"Yang bogeg itu masalah ijin hari ini kita proses ke binamarga, prinsip sebelum perubahan udah beres, tahun ini kita kejar, bogeg ini tanah kita kenapa dipersulit. DED udah ada cuma (ada) review karena harus ada MoU. Saya punya target urusan itu selesai, lelang sebelum perubahan,” ujarnya.

Sementara, Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) memastikan pembangunan jembatan tersebut pada anggaran perubahan 2020.

WH mengaku, saat ini progres pembangunan jembatan dalam proses administrasi untuk mendapatkan ijin dari kementerian dan pihak pengelola tol, PT Marga Mandalasakti (MMS).

"Tadi saya panggil MMS agar di ijinkan. Kalau tidak boleh nanti saya pasang sendiri. Tapi mereka mengijinkan dan mendukung. Bahkan Menteri PU juga mendukung sekarang minta ke kementrian melalui PU,” jelasnya.

Lebih lanjut, WH mengatakan, pembangunan akan dimulai pada Oktober 2020 dan diharapkan selesai pada Desember ditahun yang sama. Ia menargetkan, jembatan  sudah bisa digunakan oleh masyarakat diawal tahun 2021.

"Di perubahan kita akan bangun, bulan Oktober, dan bisa dipakai 2021, kita harus jamin itu, target-target harus selesai,” ujarnya.

Ditanya soal jembatan yang berada di atas Tol Tangerang-Merak tepatnya di Jalan Serang-Tangerang, Pakupatan yang tidak jauh dari Kampus Universitas Bina Bangsa dan Pintu Tol Serang Timur sering kali membuat kemacetan, WH mengaku akan segera melebarkan Jembatan tersebut, bahkan ia mengaku sudah dianggarkan.

"Kita gedein kita lebarin, segera kan sudah dianggarkan,” demikian WH. [dzk]



 

 

Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Resmikan Masjid An-Nahdlah

Resmikan Masjid An-Nahdlah

SELASA, 28 JANUARI 2020 , 04:01:00

The ads will close in 10 Seconds