Video Dua Bule Asutralia Sukses Selamatkan Buaya ‘Berkalung Ban’

Keamanan  JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 06:41:00 WIB | LAPORAN: ROBI

Video Dua Bule Asutralia Sukses Selamatkan Buaya ‘Berkalung Ban’

Buaya Berkalung Ban/Net

RMOLBANTEN. Seekor buaya yang dilindungi muncul di Sungai Palu, Sulawesi Tengah. Buaya ini ramai dibicarakan karena lehernya terlilit ban karet yang biasa digunakan untuk sepeda motor.

Buaya berkalung ban bekas sepeda motor itu diketahui sudah ada sejak 2016 silam.

Meskipun kemunculannya di permukaan sungai sulit dipastikan, tetapi di tanggul bantaran sungai di jembatan satu di Kota Palu, Sulawesi Tengah, selalu saja ada masyarakat yang datang untuk melihat keberadaan buaya berkalung ban itu.

Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah sempat menggelar sayembara berhadiah besar, meski tidak menyebut nominalnya. Namun tidak ada yang ikut.

Terbaru, berkat dua pakar reptil asal Australia, buaya berkalung ban itu akhirnya terselamatkan.

Matthew Nicolas Wright dan Chris Wilson, adalah dua sosok ahli buaya asal Australia yang juga pengisi acara TV National Geographic, yang menjadi penyelamat buaya tersebut.

Kedua pakar reptil ini sebelum melakukan aksinya melepaskan ban di tubuh buaya itu,  Rabu Malam (12/2), sempat melakukan latihan simulasi lepas ban dengan buaya lain.

Mereka dibantu tenaga dari Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tengah.

Dua bule Australia melepas ban di tubuh buaya tersebut dikabarkan Matthew Nicolas Wright melalui akun instagramnya.

"Malam yang indah. Tadi malam, kami mengumpulkan tim satwa liar BKSDA untuk bersama-sama pergi menangkap buaya yang kami kejar,” tulis Matthew.

"Setelah di atas air, pemimpin tim bertanya kepada saya, apakah kami bisa menangkap buaya kecil sebagai latihan sehingga saya bisa menunjukkan kepada semua orang apa yang harus dilakukan sebelum acara utama (memburu buaya berkalung ban,” kata Matthew lagi.

Untuk membebaskan buaya dari ban ini, mereka menggunakan sarang perangkap atau harpun dengan mengorbankan seekor bebek sebagai pancingan untuk menjebak target.

Buaya yang terperangkap di harpun kemudian diseret ke daratan untuk diikat dan diselamatkan dari jeratan ban.

Namun menurut Matt, kondisi air di sungai tersebut cukup menyulitkan tim, fakta bahwa buaya ini tidak lapar karena sumber makanan besar di sungai.

"Sehingga kita perlu memastikan kita siap seperti yang kita bisa lakukan untuk tantangan ini. Dan semua tim yang terlibat tahu apa peran mereka selama penangkapan,” kata Matt.

Matt mengaku senang dengan apa upaya kerjasama dari komunitas local setempat dan pemerintah Indonesia, untuk membebaskan buaya dari kalung ban ini.

"Ini merupakan perjalanan yang luar biasa. Ke sini (Indonesia), bekerja dalam kemitraan dengan komunitas lokal dan Pemerintah Indonesia,” katanya.

"Saya senang bisa membagikan pengetahuan saya dengan teman baru saya di Indonesia dan menunjukkan kepada mereka cara menangkap dan melepaskan buaya air asin besar dengan cara terampil. Dan yang paling penting, manusiawi,” demikian Matt. [dzk] 
Lihat postingan ini di Instagram

Great night last night 👍🏻 We got the local wildlife team BKSDA together & headed out to catch the crocodile we‘re after. Once on the water the team leader asked me if we could catch a smaller croc as a training so I could show everyone what to do before the main event. Environmental conditions in the water out here are very tough, coupled with the fact this croc isn’t hungry because of the large food source in the river so we need to make sure we are as prepared as we can be for this challenge and that everyone knows what their role is during the catch. Its been a great journey over here working in partnership with this local community and the Indonesian Goverment. I’m loving being able to share my knowledge with my new Indonesian mates and show them how to catch and release a large saltwater crocodile in a skilled and most importantly, humane way. And I’ve learnt a thing or two as well which I’m looking forward to taking back to Oz. We are now honing in on the big fella to relieve him of the tire around his neck but more than anything I’m thrilled as part of this mission and to leave these key skills and education behind with this great team Stay tuned. #wildlife #conservation #education @bksdasulteng @willow_nt #indonesia #australia @australia #friends #worktogether #globalpartner

Sebuah kiriman dibagikan oleh Matt Wright (@mattwright) pada



Komentar Pembaca
Airin Audensi Dengan Kapolri

Airin Audensi Dengan Kapolri

SELASA, 17 DESEMBER 2019 , 14:10:00

Wapres Di Wisuda UIN Banten

Wapres Di Wisuda UIN Banten

SENIN, 16 DESEMBER 2019 , 01:38:00

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

Penghargaan Istimewa KPK Buat WH

SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 03:17:00

The ads will close in 10 Seconds