Kapolda Papua Geram Ke Veronica Koman Yang Ujung-ujungnya Cari Makan!

Politik  MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 00:52:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Kapolda Papua Geram Ke Veronica Koman Yang Ujung-ujungnya Cari Makan!

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw/Net

RMOLBANTEN. Kabar terkait data-data yang disampaikan Veronica Koman kepada Presiden Jokowi. Yang disebutkan, Veronica sebagai bukti-bukti sejumlah data penggaran HAM yang terjadi di Papua, membuat geram Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw.

Dalam data Veronica itu itu berisi, daftar 57 tahanan politik serta 243 korban sipil yang tewas di Nduga, Papua, sejak Desember 2018.

"Saya tegas katakan, pernyataan seorang saudara Veronica Koman, saya katakan tidak benar. Kami tangani secara profesional lewat penegakkan hukum positif. Jangan apa-apa di Papua langsung dipolitikkan," ujar Paulus di Jayapura, Jumat (14/2).

Bila ada yang ingin data lengkap mengenai para tersangka tersebut, kata Paulus, Polda siap memberikannya.

Sementara Veronica Koman disebut hanya ingin mencari perhatian untuk kepentingan pribadinya.

"Ini kan ujung-ujungnya cari makan juga. Cari makan, cari makan saja yang positif dan baik. Jangan jual negara dan bangsa ini. Dia (Veronica Koman) siapa sih sebenarnya? Warga negara mana dia? Kok tega sekali melakukan seperti itu," kata Paulus.

Paulus menantang Veronica Koman untuk beradu data dengan pihak kepolisian di Papua.

Sangat tak logis apabila Veronica menyampaikan sesuatu tentang Papua, namun tidak berada di lapangan.

Paulus mengajak tersangka provokasi yang masuh dalam Daftar Pencarian Orang itu, untuk datang kepadanya, agar ia tunjukkan sendiri data yang sebenarnya.

"Kalau berani datang ke sini berhadapan dengan kami di sini. Biar saya tunjukan di depan mata dia apa yang sebenarnya terjadi," kata Paulus.  

Diberitakan, Veronica Koman dan sekelompok aktivis menyerahkan data berisi 57 tahanan politik serta 243 korban sipil yang tewas di Nduga, Papua, sejak Desember 2018 kepada Presiden Joko Widodo.

Veronica menuturkan, dokumen itu diserahkan saat Jokowi berkunjung ke Canberra, Australia, Senin (10/2).

"Jadi kami tim memutuskan untuk enggak perlu terlalu fokus bagaimana cara penyerahannya. Tapi kita fokus pada substansi bahwa Presiden sudah kantongi datanya," kata Veronica, seperti dituliskan dalam akun media sosialnya. [dzk] 

Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Resmikan Masjid An-Nahdlah

Resmikan Masjid An-Nahdlah

SELASA, 28 JANUARI 2020 , 04:01:00

The ads will close in 10 Seconds