Penetapan Masjid Agung Ats-Tsaurah Dinilai Politis, Ini Kata Wawali Serang

Kota Serang  SELASA, 18 FEBRUARI 2020 , 03:19:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Penetapan Masjid Agung Ats-Tsaurah Dinilai Politis, Ini Kata Wawali Serang

Ilustrasi/Net

RMOLBANTEN. Ketua Gerakan Pengawal Serang Madani (GPSM) Kota Serang Ustaz Enting Abdul Karim menilai, penetapan lokasi Masjid Agung Kota Serang di Ats-Tsauroh cenderung politis.

Sebab, banyak penggagas yang tidak dilibatkan dalam penandatanganan persetujuan itu.

"Jadi gini dari yang hadir untuk menandatangani persetujuan, itu tidak ada unsur ulama penggagas masjid agung. Saya melihat bahwa kenapa itu lebih cenderung politis, kita lihat saja. Coba itu dianggap warisan walikota sebelumnya, bukan walikota sekarang,” kata Ustaz Enting, Senin (17/2).

Penilaian politis itu juga muncul karena walikota sebelumnya sudah menetapkan Alun-alun Barat Kota Serang sebagai lokasi Masjid Agung.

Namun, warisan itu diubah di kepemimpinan walikota sekarang. Atas dasar itu, ujar Ustaz Enting, dalam waktu dekat ini akan ada pergerakan dalam jumlah besar untuk menolak penetapan itu.

Namun, Ustaz Enting enggan menyampaikan waktu secara rincinya.

"Tunggu waktunya dulu pasti akan ada pergerakan besar-besaran di wilayah Kota Serang untuk penolakan itu, waktu sudah ada cuma saya rahasiakan dulu. Kalau dibocorin mereka akan melakukan penggembosan,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin menuturkan Pemkot Serang dalam menetapkan Masjid Agung ini tidak ujug-ujug tapi melalui permusyawaratan dan tahapan- tahapan yang dilalui.

"Menyuarakan pendapat itu sudah diatur oleh undang-undang cuma Pemkot Serang menetapkan masjid Ats - Sauroh jadi Masjid Agung kota Serang tidak ujug-ujug ada," ujarnya.

Dikatakan Subadri, Pemkot bukan tidak mau mengikuti atau merealisasikan peletakan batu pertama yang dulu tapi kan harus juga ada tahapan-tahapan yang dilalui.

"Kenapa ada tahapan karena anggaran APBD itu tidak ujug-ujug dianggarkan ada fasibility study, DED, baru masuk Perda dibahas bersama dengan anggota DPRD dan badan anggaran," ucapnya.

Sementara lanjut Subadri, dalam FS tadi disebutkan keberadaan alun-alun tercatat sebagai benda cagar budaya. Pemkot juga dalam melakukan kajian tidak satu tempat.

"Kita lakukan kajian itu tidak satu tempat dari hasil kajian maka diputuskan yang paling tepat menurut konsultan untuk masjid agung kota Serang ada di masjid Ats-Saurah," tutupnya. [dzk]  



Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Resmikan Masjid An-Nahdlah

Resmikan Masjid An-Nahdlah

SELASA, 28 JANUARI 2020 , 04:01:00

The ads will close in 10 Seconds