Perbandingan 2018 Ke 2019, Data BPS Pembangunan Manusia Banten Melambat

Pemprov Banten  SELASA, 18 FEBRUARI 2020 , 03:30:00 WIB | LAPORAN: DEDI RUSTANDI

Perbandingan 2018 Ke 2019, Data BPS Pembangunan Manusia Banten Melambat

Ilustrasi/Net

RMOLBANTEN. Indeks pembanguan manusia (IPM) Provinsi Banten 2019 mengalami kenaikan 0,49 poin dari 71,97 menjadi 72,44. Baca: IPM Provinsi Banten Naik 0,53 Poin, Tertinggi Masih Kota Tangsel

Walau mengalami kenaikan namun pertumbuhan pembangunan manusia mengalami pelambatan dibanding 2018 dari 0,78 persen menjadi 0,64 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Adhi Wiriana, Senin (17/2) mengatakan, pembangunan manusia di Banten secara konsisten terus mengalami kemajuan, yang ditandai dengan meningkatnya IPM. IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan manusia di suatu wilayah.

"IPM dihitung berdasarkan rata-rata geometrik dari indeks kesehatan, indeks pengetahuan, dan indeks pengeluaran. Pada 2019, IPM Banten telah mencapai 72,44 atau meningkat 0,49 poin dibandingkan tahun lalu yang sebesar 71,95,” katanya.

Ia menjelaskan, secara umum pembangunan manusia Banten selama sembilan tahun terakhir ini, secara konsisten mengalami kemajuan. Dimana, IPM Banten meningkat dari 67,54 pada 2010 menjadi 72,44 pada tahun 2019 terus mengalami kemajuan.

Hanya saja, pertumbuhan atau kecepatan kemajuannya pada 2019 mengalami pelambatan dibanding tahun sebelumnya. Sementara untuk status pembangunan manusianya juga masih tertahan pada level tinggi karena memiliki nilai di atas 70 dan di bawah 80.

"Kemajuan pembangunan manusia Banten pada tahun 2019 mengalami perlambatan. Ditandai oleh pertumbuhan IPM yang hanya 0,68 persen, lebih rendah dari pertumbuhan tahun 2018 yang mencapai 0,74 persen. Pertumbuhan Banten juga masih di bawah rata-rata nasional yaitu 0,74,” ungkapnya.

Meningkatnya IPM Banten terjadi pada semua komponen pembentuk. Dengan pertumbuhan tertinggi untuk komponen pengeluaran per kapita disesuaikan (PKP), sedangkan yang terendah pada komponen harapan lama sekolah (HLS).

"Adapun nilai atau capaian umur harapan hidup (UHH) adalah 69,84 dari 69,64 tahun. HLS 12,88 dari 12,85 tahun. Lalu rata-rata lama sekolah pada 2019 8,74 dari 8,62 tahun. Kemudian untuk PKPK Rp12,26 juta menjadi Rp11,99 juta,” terangnya.

Lebih lanjut dipaparkan Adhi, meningkatnya IPM Banten terjadi pada seluruh wilayah. Rinciannya Kabupaten Pandeglang 64,91 dari 64,34; Kabupaten Lebak 63,88 dari 63,37; Kabupaten Tangerang 71,93 dari 71,59.

Selanjutnya Kabupaten Serang 66,38 dari 65,39; Kota Tangerang 78,43 dari 77,92; Kota Cilegon 73,01 dari 72,65. Lalu Kota Serang 72,10 dari 71,68; serta Kota Tangsel 81,84 dari 81,17.

"IPM tertinggi dan terendah tetap diduduki Kota Tangsel dengan 81,48 dan terendah Kabupaten Lebak (63,88). Selain dari sisi pencapaian, variasi juga terlihat dari kecepatan atau pertumbuhan IPM-nya. Tercatat, Kabupaten Pandeglang tumbuh 0,89 persen, sehingga menjadi daerah yang pembangunan manusianya mengalami kemajuan paling pesat,” tuturnya.

Jika dibandingkan dengan provinsi lainnya di Pulau Jawa, Banten menempati urutan ketiga nilai IPM tertinggi. Urutan pertama ditempati Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI) Jakarta dengan 80,76 diikuti Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 79,99.

"Harus dilakukan perbaikan pada beberapa komponen pembentuk. Pertama pada capaian dimensi umur panjang dan hidup sehat. Kedua adalah pada capaian dimensi pengetahuan, khususnya pada komponen HLS yang harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya akan meningkatkan capaian makro. Hingga akhir 2019, empat dari lima indikator makro Banten berada di atas capaian nasional. IPM pada 2018 mencapai 71,95. Itu menjadikan Banten sebagai daerah berkategori IPM tinggi, lebih tinggi dibandingkan IPM nasional sebesar 71,39.

Berikutnya, produk domestik regional bruto (PDRB) 2018 telah mencapai Rp614,91 triliun, terus tumbuh pada semester I 2019 sebesar 5,35 persen, atau di atas capaian nasional sebesar 5,05 persen. Selanjutnya, tingkat kemiskinan telah turun pada level 5,09 persen dari 5,25 persen, jauh lebih rendah dibandingkan nasonal yang mencapai 9,41 persen.

"Hal ini sejalan dengan penurunan ketimpangan Banten yang diukur dari gini ratio yang mencapai 0,360, jauh lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 0,382,” pungkasnya. [dzk]



Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Resmikan Masjid An-Nahdlah

Resmikan Masjid An-Nahdlah

SELASA, 28 JANUARI 2020 , 04:01:00

The ads will close in 10 Seconds