Manusia Merdeka: Dosa Besar, Jangan Gunakan Ilmu Survei Untuk Menipu!

Politik  SELASA, 18 FEBRUARI 2020 , 10:57:00 WIB | LAPORAN: FIRMANSYAH

Manusia Merdeka: Dosa Besar, Jangan Gunakan Ilmu Survei Untuk Menipu<i>!</i>

Said Didu/Net

RMOLBANTEN. Dalam mencitrakan atau memetakan suatu kasus dalam survei tidak boleh sembarangan. Ada metode-metode yang harus dipenuhi. Salah satunya, persyaratan utama sampling dalam statistik bahwa populasi yang disampling harus homogen.

Demikian disampaikan mantan Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu dalam akun Twitter pribadinya, Senin (17/2).

"Artinya tingkat pemahamannya terhadap yang disurvei adalah sama,” tegasnya.

Pencetus manusia merdeka ini ini mengacu pada hasil survei yang dirilis mengenai penanganan banjir DKI Jakarta.

Dalam survei itu disebutkan bahwa penanganan masalah banjir DKI dianggap berhasil di era Basuki Tjahaja Purnama.

Total ada 40 responden yang mengamini itu. Kemudian disusul Joko Widodo dengan 25 persen dan Anies Baswedan dengan 4 persen.

Survei yang digelar tanggal 9-15 Januari ini disoal oleh kalangan masyarakat lantaran sampel yang digunakan bukan dari warga DKI.

Sebanyak 1.200 responden survei dipilih secara acak dari 34 provinsi di Indonesia.

Ada ketidaksinambungan antara responden dengan kasus yang dikulik oleh lembaga survei.

Said Didu pun mewanti-wanti agar setiap ilmu yang dimiliki tidak digunakan untuk membodohi orang lain.

"Tidak mungkin orang Sulawesi pemahaman tentang banjir Jakarta sama dengan orang Jakarta. Janganlah gunakan ilmu untuk menipu! Dosanya besar,” demikian Said Didu. [dzk]
 

Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Resmikan Masjid An-Nahdlah

Resmikan Masjid An-Nahdlah

SELASA, 28 JANUARI 2020 , 04:01:00

The ads will close in 10 Seconds