Tari Kreasi Indonesia Sabet Medali Emas di APAF 2020

Pariwisata & Budaya  RABU, 19 FEBRUARI 2020 , 10:53:00 WIB | LAPORAN: MAYA AUL

Tari Kreasi Indonesia Sabet Medali Emas di APAF 2020

Asia Pacific Art Festival/AUL

RMOLBANTEN. Tim Karawitan SD Islam Al-Azhar Bumi Serpong Damai (BSD) berhasil menyabet medali emas di ajang lomba Asia Pacific Art Festival (APAF) 2020 yang digelar di Melaka, Malaysia pada 14-16 Februari 2020.

Perwakilan Indonesia tersebut meraih juara dengan membawakan tari kreasi tradisional yang diiringi dengan live musik karawitan.

Kepala Sekolah SD Islam Al Azhar BSD, Dedi Hidayat mengatakan, terdapat 17 siswa-siswinya yang mewakili Indonesia mengalahkan puluhan negara yang menjadi peserta dalam festival tersebut.

"Ada 10 siswa bermain alat musik sementara tujuh lainnya menari, ini pertama ikut Festival Internasional, langsung mendapat gold award atau medali emas," kata Dedi saat ditemui di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (18/2) malam.

Dedi menuturkan, pihaknya telah mempersiapkan penampilan siswa-siswinya dari kelas 5 dan 6 untuk ikut Festival tersebut selama kurang lebih 45 hari.

"Kita dapat undangan dari APAF itu sekitar dua bulan sebelum pelaksanaan, kemudian kami persiapkan memilih siswa-siswi yang akan mewakili, sekitar 1,5 bulan latihan," ujar Dedi.

Keberhasilan tersebut lanjut Dedi, tidak terlepas dari dukungan KBRI di Kuala Lumpur. Alat musik yang digunakan dalam lomba tersebut berasal dari KBRI dan Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur.

"Alhamdulillah, kemarin kita dibantu oleh KBRI di Kuala Lumpur.  Jadi alat musiknya dipinjamkan oleh KBRI tapi memang karena performa anak-anak yang baik sehingga meski alatnya berbeda dengan yang selama ini latihan, tapi tetap menampilkan performa terbaik," tuturnya.

Bahkan kata Dedi, hanya tim perwakilan Indonesia saja yang menggunakan alat musik atau live music dalam perlombaan itu. Tim SD Islam Al-Azhar dan tim dari salah satu sanggar seni.

"Kemarin saya lihat di festival itu hanya dari Indonesia yang diiringi music live. Yang lain pakai kaset. Alhamdulillah, anak-anak skillnya bagus, individunya bagus, mentalnya juga luar biasa," tuturnya.

Sementara, salah satu wali kelas, Fina mengaku terharu dengan prestasi anaknya. Dimana, ini merupakan kali pertama berlomba dalam festival internasional dan menjadi keluar sebagai juara.

"Ini merupakan suatu kebanggaan bagi anak-anak. Apalagi kita orang tua ya, anak-anak bisa mengharumkan nama sekolah dan bangsa juga. Kita baru kali ini dan alhamdulillah dapat medali emas. Ini luar biasa, terharu," ucapnya.

Najwa Andriana (10), salah satu siswi yang menyabet medali emas dalam ajang APAF 2020 ini mengaku sangat bangga dapat menjadi bagian tim yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

"Ini pertama. Senang banget. Pertunjukannya dengan tarian kreasi (gabungan tarian tradisional khas daerah Indonesia) dibikin sendiri. Nanti mau ikut lagi dengan tarian lagi yang lebih menarik," ucap Najwa. [ars]



Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Resmikan Masjid An-Nahdlah

Resmikan Masjid An-Nahdlah

SELASA, 28 JANUARI 2020 , 04:01:00

The ads will close in 10 Seconds