Ribuan Anak Di Kota Serang Alami Stunting

Kesehatan  JUM'AT, 21 FEBRUARI 2020 , 20:51:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Ribuan Anak Di Kota Serang Alami Stunting

Ilustrasi/NET

RMOLBANTEN. Kasus anak yang mengalami gagal pertumbuhan (Stunting) di Kota Serang terus menjadi perhatian publik sebab sampai dengan akhir tahun 2019 penderita stunting mencapai 2.556 balita.

Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,4 persen dari sebelumnya mencapai 5,4 persen menjadi 5,8 persen atau dari 2.543 di tahun 2018 menjadi 2.556 di tahun 2019.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan Kota Serang Dokter Lenny Suryani menuturkan penyebab stunting mengalami kenaikan karena data yang terus diperbarui.

"Penyebab Stunting karena data  tahun 2017 sampai 2018 itu mneunjukan 5,4 persen setelah ada pengukuran kembali jadi meningkat karena sekarang kan by sistem lebih teliti dan petugas gizi jadi lebih aktif validasi data," ujarnya.

Dikatakan Lenny pendataan yang sedang dilakukan belum selesai. Pihaknya memuturkan akan terus melakukan pendataan ulang kembali apakah berkurnag atau bertambah kasus stunting ini.

"Upaya pencegahan kita lakukan pemberian makanan tambahan (PMT), pemberian tablet tambah darah pada remaja dan ibu hamil, sosialisasi tentang stunting dan mengadakan PMBA pelatihan pemberian makanan untuk bayi dan anak," ujarnya.   

Selain itu, keluarga juga harus melakukan pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI) bintang empat, maksudnya MPASI yang memgandung karbohidrat, lauk pauk, buah-buahan dan sayuran jadi makanan pokok dikeluarga itu bisa dibuat MPASI.

"Nah kita sedang melatih itu. Kita juga mengadakan sosialisasi tentang asi ekslusif," katanya.

Sementara itu lanjut, Lenny faktor terjadinya stunting dimulai sejak masa remaja yang menderita anemia, di Kota Serang ini 74 persen anemia menjadi faktor resiko terjadinya stubting dimulai dari masa remaja.

"Jadi masa remaja yang banyak anemia, jadi pada saat masa subur kehamilan, karena pada masa kehamilan bisa terjadi anemia padahal orang hamil gak boleh anemia. Tapi kalau masa remaja tidak diintervensi tablet zat besi (FE) pada saat lahir bisa berat badan lahir rendah," ujarnya.

Lanjut Dokter Lenny jika pada berat badan lahir rendah ini jika tidak diintervensi dnegan baik gizinya oleh ibu, menyusui dini, tidak diberi ASI ekslusif, dan tidak diberi MPASI dan tidak diberi ASI sampai dua tahun itu bisa stunting.

"Yang kedua faktor terjadinya stunting adalah faktor lingkungan yang tidak sehat sehingga bisa menimbulkan kecacingan di masyarakat dan kecacingan bisa menimbulkan anemia jadi berhubungan, berkesinambungan," tutupnya. [ars]

Komentar Pembaca
Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

Anak Dan Cucu Soekarno Kumpul Di Borobudur

MINGGU, 16 FEBRUARI 2020 , 13:22:00

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

Deklarasi Jaringan Media Siber Indonesia

SABTU, 08 FEBRUARI 2020 , 17:58:00

Resmikan Masjid An-Nahdlah

Resmikan Masjid An-Nahdlah

SELASA, 28 JANUARI 2020 , 04:01:00

The ads will close in 10 Seconds