Kritik Pemerintah, HMI Dan FMI Gruduk DPRD Banten

Politik  JUM'AT, 21 SEPTEMBER 2018 , 16:42:00 WIB | LAPORAN: RIZKI AKBAR GUSTAMAN

Kritik Pemerintah, HMI Dan FMI Gruduk DPRD Banten

Demo di DPRD Banten/Rizki

RMOLBanten. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Islam dan Himpunan Mahasiswa Islam Majlis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Serang melakukan aksi demonstrasi di depan pintu masuk DPRD Banten, Jumat (21/9).

Dalam aksinya mahasiswa meneriakan 'Indonesia sedang tidak baik-baik saja! Pemerintah Sakit Rakyat Melarat.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Majlis Penyelamat Oraganisasi (HMI - MPO) Ubaidillah, mengatakan ungkapan tersebut layak di lontarkan ketika melihat kondisi Indonesia saat ini. Dari sektor ekonomi, sosial, dan politik sangatlah memprihatinkan.

"Kita bisa melihat bagaimana kondisi ekonomi Indonesia yang sangatlah tidak stabil membuat rakyat Indonesia menjerit," katanya.

Kata Ubaidillah, kurs rupiah semakin digagahi dolar menyebabkan kebutuhan impor semakin terbebani. Impor bahan pangan yang membuat petani dan nelayan terlihat semakin tidak dihormati di negeri sendiri.

"Kita bisa lihat bagaimana Perpes no 20 Tahun 2018 menjadikan pekerja Indonesia seolah-olah tidak ada wibawa dihadapan Tenaga Kerja Asing," tegasnya.

Masih kata Ubaidillah, banyak tenaga asing non skill yang di impor  pemerintah untuk mengisi pos-pos pekerjaan yang seharusnya bisa diisi tenaga kerja lokal.

"Tentu hal ini dapat menciptakan kesenjangan sosial. Dan seharusnya, pemerintah dapat menjamin peningkatan kapasitas dari masyarakat agar Negara tidak perlu lagi tergantung kepada negara lain," tuturnya.

Sektor politik, kata Ubaidillah, kondisi objektif saat ini menggambarkan kekacauan politik. Dimana Masyarakat, khususnya mahasiswa, ketika melakukan aksi untuk mengemukakan pendapat selalu dihadapkan pada tindakan represi dari aparat kepolisian.

Padahal, kata Ubaidillah, mengemukakan pendapat merupakan hak setiap warga negara, dan dilindungi oleh UUD 1945 pasal 28 serta UU no 9 tahun 1998. Hal ini tentu menciptakan kegaduhan dalam iklim politik dan demokrasi di Indonesia.

"Belum lagi mantan terpidana korupsi hari ini telah diberikan legalitas untuk menjadi calon legislatif lagi atas nama hak untuk berpolitik," katanya.

Mantan terpidana korupsi bisa kembali nyaleg, kata Ubaidillah tidak bisa diterima oleh masyarakat. Sebab koruptor adalah musuh bersama yang menjadi salah satu akar permasalahan negara, namun dengan rasa tidak malu mereka ingin mencalonkan diri kembali menjadi anggota legislatif.

Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa menuntut Pemerintah segera menstabilkan Perekonomian atau Turun dari Jabatan.

"Stop Impor bahan Pokok dan Sejahterakan Petani serta Nelayan. Jamin Program Peningkatan SDM serta Cabut Perpes no 20 Tahun 2018," ujarnya.

"Selain itu kami juga meminta pemerintah untuk mengusir tenaga kerja asing Ilegal. Hentikan Represifitas Aparat, Mahasiswa bukan Musuh Polisi serta tindak trgas oknum Kepolisian yang melakukan tindak kekerasan," tutupnya.

Pantauan Kantor Berita RMOL Banten di lapangan, aksi demonstrasi hingga pukul 16.00 wib masih berlangsung. Mahasiswa mencoba masuk ke dalam gedung DPRD namun dihadang aparat kepolisian yang berjaga-jaga. [dhn]

Komentar Pembaca
Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

Kampung Ubud Rumah Gleen Fredly

KAMIS, 09 APRIL 2020 , 00:15:00

Rush Money Bank Banten

Rush Money Bank Banten

KAMIS, 23 APRIL 2020 , 17:28:00

Sampai Liang Lahat

Sampai Liang Lahat

KAMIS, 26 MARET 2020 , 16:00:00

The ads will close in 10 Seconds