Unjuk Rasa GMNI Di HUT Banten Ke-18, Ini Catatannya...

Daerah  RABU, 03 OKTOBER 2018 , 17:21:00 WIB | LAPORAN: AHMAD RIZKI SUHAEDI

Unjuk Rasa GMNI Di HUT Banten Ke-18, <i>Ini Catatannya...</i>

Aksi GMNI Serang/Rizki

RMOLBanten. Memperingati hari ulang tahun Provinsi Banten ke 18 yang jatuhtanggal 4 Oktober 2018 besok, kumpulan mahasiswa yang tergabung di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Serang melakukan aksi unjuk rasa di Depan UIN SMH Banten, Rabu (3/10).

Unjuk rasa sebagai refleksi mengkritisi Pemprov Banten sejak terpisah dari Jawa Barat.

Ketua DPD GMNI Serang Adnan Fatoni mengatakan, tingkat kemiskinan masyarakat Banten semakin lama semakin meningkat. Setiap tahunnya kemiskinan meningkat sebanyak 5,3 persen dan pengangguran meluas meluas dengan presentasi sekitar 7,3 persen setiap tahunnya.

"Banten masih menjadi provinsi termiskin kedua di Indonesia masyarakatnya belum sejahtera secara ekonomi dan buruknya pelaksanaan kinerja dalam bidang pendidikan atau kesehatan," tegasnya.

Satu tahun kepemimpinan WH dan Andika ini belum membuktikan mampu menekan angka kemiskinan yang semakin hari semakin menggurita.  Ini juga menandakan kepemimpinan mereka masih belum berhasil mensejahterakan rakyat.

Adnan mencontohkan beberapa daerah di Banten masih banyak sekolah tingkat SD, SMP atau SMA yang belum memadai pada lini fasilitas serta Bantuan operasionalnya.

"Dalam bidang kesehatan Provinsi Banten terbilang miris di mana angka harapan hidup yang ditetapkan pemerintah pusat yaitu sebesar 79,5 persen, namun Banten hanya memenuhi sekitar 69,70 persen," ujarnya.

Dikatakan Adnan, menurut data BPS angka balita gizi buruk semakin meningkat di tahun 2018 sendiri. Dengan angka balita gizi buruk mencapai 1078 jiwa.

"Fasilitas Rumah Sakit dan Puskesmas tidak disediakan dengan baik, pelayanan kesehatan masih belum memuaskan di mana upaya meminimalisir rakyat miskin yang tidak dapat mendapat pelayanan kesehatan pun tidak terlaksana," tuturnya.

Di usia Banten yang sudah remaja, dijelaskan Adnan pemerintah belum memberikan kado yang dapat membahagiakan masyarakat Banten itu sendiri.

"Sampai saat ini seluruh komponen masyarakat dan mahasiswa masih mempertanyakan tindak lanjut WH dan Andika dalam menjalankan kebijakan-kebijakan yang sudah dicanangkan sejak awal," ujarnya.

Untuk itu, dikatakan Adnan dalam aksi demonstrasi hari ini, pihaknya meminta kepada Pemprov Banten untuk segera menangani secara serius kemiskinan di Banten, Benahi sistem kesehatan di Banten.

"Kami juga meminta pemerintah untuk segera menuntaskan masalah pendidikan dan menjalankan program yang membantu program masyarakat tidak mampu secara ekonomi dalam mengemban pendidikan," tukasnya. [dhn]




Komentar Pembaca
Wartawan <i>RMOLBanten</i> Melepas Lajang

Wartawan RMOLBanten Melepas Lajang

SABTU, 08 AGUSTUS 2020 , 14:55:00

Kejaksaan Agung Kebakaran

Kejaksaan Agung Kebakaran

SABTU, 22 AGUSTUS 2020 , 20:07:00

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

Simulasi Pilkada Kota Tangsel

SABTU, 12 SEPTEMBER 2020 , 20:00:00

The ads will close in 10 Seconds